Pages

Subscribe:
Tampilkan postingan dengan label Puasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puasa. Tampilkan semua postingan

Lebaran Tiba, Awas Kolesterol dan Tensi Naik Lagi

Jakarta, Saat Lebaran tiba, menyajikan makanan manis, bersantan dan berlemak sepertinya sudah menjadi tradisi. Namun jangan terlalu kalap menyantap semua makanan, perhatikan juga kadar kolesterol, tensi dan gula darah Anda.

"(Penyakit) yang banyak ya diare, pencernaan, karena mungkin makanannya nggak bersih ya, diangetin dan sudah terkontaminasi. Gula darah tinggi karena asupan gulanya nggak terkontrol. Kolesterol naik, trigliserida, lemak dalam darah itu juga naik. Asam urat juga, terutama radang sendi, baik yang di lutut atau di sendi-sendi kecil," jelas dr Titi Sekarindah, MS, SpGK, pakar gizi dari Rumah Sakit Pusat Pertamina, saat dihubungi detikHealth, Rabu (30/7/2013).

dr Titi berpesan sebelum Lebaran ada baiknya orang dengan penyakit tertentu mempersiapkan obat-obatan yang biasanya dikonsumsinya, seperti obat tekanan darah tinggi, kolesterol atau gula darah. Terlebih banyak apotik yang tutup ketika Lebaran.

"Tapi yang awalnya nggak berpenyakit bisa saja malah berpenyakit. Yang tidak obesitas malah beratnya naik berapa kilo, jadi obesitas," tambahnya.

Oleh karena itu, sebaiknya berhati-hatilah dengan apa yang Anda masukkan ke dalam tubuh. Jangan terlalu banyak makan manis, bersantan dan berlemak. Yang berisiko tidak hanya orang-orang di atas usia 50 tahun, usia 30 tahun pun sudah banyak yang terserang stroke, diabetes, bahkan anak-anak banyak yang mengalami kegemukan dan hipertensi.

"Jadi harus hati-hati dan waspada terhadap minuman atau menu lebaran yang kadar gula dan lemaknya tinggi," pesan dr Titi.(mer/vta)

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth

Saat Puasa Sehat, Kok Lebaran Malah Sakit?


Jakarta, Banyak orang bertahan saat menjalani puasa Ramadan yang harus menahan lapar dan dahaga selama sebulan penuh. Namun saat lebaran tiba, tidak sedikit yang malah jatuh sakit. Kenapa bisa begitu?

Banyaknya orang yang sakit terbukti dengan ramainya rumah sakit di minggu-minggu pertama pasca Lebaran, terutama di rumah sakit daerah tempat orang banyak pulang kampung.

"Pasca Lebaran keramaian (rumah sakit) di hari pertama itu nggak terlalu banyak. Kalau mingu-minggu pertama di rumah sakit daerah yang ramai pada umumnya," jelas Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, dari Divisi Gastroenterologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM, saat dihubungi detikHealth, ditulis Rabu (31/7/2013).

Menurut Dr Ari, penyakit yang paling banyak menyerang pasca Lebaran adalah seputar masalah pencernaan atau kelelahan. Ini terjadi karena kurangnya waktu istirahat usai mudik dan pola makan yang sembarangan.

Selain itu banyak juga kasus ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Atas), diare, dan flu. Hal ini disebabkan karena kurangnya waktu istirahat saat mudik, buru-buru silaturahmi, perjalanan melelahkan sehingga daya tahan tubuh turun.

"Makannya juga asal, kena diare juga. Baik anak-anak maupun orang tua banyak ya yang kena penyakit itu," jelasnya.

Selain itu, budaya balas dendam dengan makan makanan apa saja saat lebaran juga turut menyumbang risiko terserang penyakit. Pencernaan yang belum siap setelah berpuasa selama sebulan penuh harus 'diterjang' dengan berbagai makanan bersantan, berlemak dan manis-manis saat lebaran.

"Sebenarnya setelah 30 hari lambung dalam keadaan kosong selama 14 jam, tubuh sudah menyesuaikan diri termasuk asam lambung. Saat lebaran dan dibolehkan makan apa saja, kalau diforsir akan ada gangguan. Maka dari itu harus diperhatikan konten makanan dan jumlahnya," ujar Dr Ari.

Menurut Dr Ari, yang berisiko lebih besar memang yang punya masalah pencernaan. Tapi yang pencernaannya normal pun tetap bisa jatuh sakit seandainya pola makan saat lebarannya tidak dijaga.

Sebelum telanjur, sebaiknya perhatikan benar apa yang masuk ke dalam tubuh Anda, apalagi banyak 'godaan' makanan di saat lebaran nanti. Sebaiknya atur makanan dengan tidak terlalu banyak makan makanan berlemak, makan jangan berlebihan, dan perhatikan unsur sayur serta buah.

Hal yang sama juga disampaikan Dr Nany Leksokumoro, MS, Sp.GK, dokter gizi klinik dari Omni Hospital. Menurutnya, banyak orang yang sakit pasca Lebaran karena sistem metabolisme yang turun saat puasa belum siap untuk menerima langsung banyak makanan ketika lebaran tiba.

"Karena pada waktu puasa kan menurunkan metabolisme tubuh. Saat metabolisme turun, setelah itu minum gula-gula yang manis-manis gitu. Metabolisme turun, sedangkan kita kelebihan kalori jadinya kelebihan itu jadi lemak, istilahnya over feeding. Oleh karena itu bisa saja dalam waktu dua tiga hari berat badan langsung naik," jelasnya.

Dr Nany menekankan bahwa tujuan puasa adalah ibadah, sekaligus menjaga kesehatan. Seharusnya ambil nilai positif puasa, seperti efek detoks dan ubah pola makan supaya badan tetap sehat.

"Kalau mau makan semua makanan silakan, tapi semuanya itu butuh pengendalian. Jumlahnya ya sedikit-sedikit saja, yang penting sudah nyobain. Misalnya sirup, jangan aji mumpung minum sirup terus apalagi kan kalau Lebaran kita keliling-keliling itu," tutupnya.(mer/vta)

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth

Perkuat Puasa dengan Tanaman Berkhasiat



Kekayaan alam Indonesia sangat melimpah, termasuk dengan berbagai jenis tumbuhan. Dari banyaknya tumbuhan, terdapat lebih dari 30 ribu jenis tanaman yang berkhasiat obat. Namun, baru 59 jenis di antaranya yang diolah berbagai industri herbal untuk menghasilkan jamu.

Secara klinis, memang belum semua jenis tanaman yang memiliki khasiat obat dapat dibuktikan keilmiahannya. Namun, secara empiris dari generasi ke generasi, banyak tanaman memiliki manfaat untuk pengobatan, perawatan kesehatan, dan juga kecantikan.

Beberapa tanaman berkhasiat sangat tepat dimanfaatkan untuk memperkuat tubuh selama menjalankan puasa di bulan suci Ramadhan. Menurut pendiri industri jamu terkemuka, Dr Martha Tilaar, segudang tanaman di Indonesia bisa dimanfaatkan untuk antioksidan, mempertahankan kondisi tubuh, memperkuat lambung, dan memberi nutrisi yang kaya bagi tubuh.

Kita manfaatkan apa yang ada untuk kebutuhan tubuh selama berpuasa. Tubuh butuh nutrisi yang cukup dalam berpuasa. Untuk itu, perlu juga menambahkan tanaman berkhasiat dalam makanan, kata Martha Tilaar seusai peluncuran buku The Green Science of Jamu di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Dia mencontohkan, ada empon-empon (rempah-rempah dari rimpang) memiliki khasiat yang dahsyat bagi tubuh. Contohnya, ada yang bermanfaat untuk meningkatkan peristaltik saluran cerna, ekstrak meniran (phyllanthus niruri L) untuk antiviral, dan imunostimulator (perangsang imunitas).

Dalam bukunya, disebutkan, tanaman herbal mampu memperbaiki aktivitas biomolekuler tubuh. Tanaman ini juga dapat melakukan biosintesis kombinasi dari senyawa metabolis sekundernya. Obat herbal tradisional, seperti jamu, dapat meningkatkan dan memperbaiki ekspresi gen tubuh.
Saat ekspresi gen meningkat dan lebih baik, hormon serta sistem imun tubuh akan bekerja lebih optimal. Obat herbal tradisional memiliki kemampuan memperbaiki keseluruhan sistem karena bekerja dalam lingkup sel dan molekuler, begitu tulis Martha.

Secara keseluruhan, sambungnya, tanaman bukanlah obat, melainkan tambahan makanan berdasarkan nutrisi yang bekerja menormalkan, menyeimbangkan, dan mendukung. Tanaman ini mendukung sel-sel hidup dengan cara memberikan nutrisi tubuh.

Semua tanaman memiliki lebih dari satu fungsi. Mereka memiliki enzim-enzim dan bekerja dengan aktivitas enzim alami dari tubuh. Tanaman membiarkan tubuh untuk melakukan pekerjaannya sendiri.
Ada beberapa jenis tanaman yang bisa dimanfaatkan untuk memperkuat tubuh selama berpuasa. Manajer Pengembangan Riset dan Produk PT Martina Berto, Eti Setiawati, mengatakan, pada umumnya, empon-empon sangat bagus khasiatnya sebagai antioksidan bagi mereka yang menjalankan ibadah puasa.

Antioksidan membantu tubuh mengeluarkan racun dan memperlancar metabolisme sehingga tubuh bisa lebih fit.
=Martha membenarkan pendapat stafnya itu. Dia mencontohkan, selain rimpang-rimpangan, kulit pohon secang dan batang sirih sangat bagus untuk antioksidan. Sirih, jahe, dan kunyit baik untuk mengatasi kembung dan masalah pencernaan. Pengeluaran gas dari lambung bisa dibantu oleh tanaman ini, sambungnya.

 Dia menambahkan, mereka yang berpuasa agar menghindari penggunaan asam (asam jawa dan sejenisnya) dalam makanan. Sebab, asam bisa membuat perut melilit.

Reporter : Dewi Mardiani
Redaktur : A.Syalaby Ichsan

Nutrisi Tepat Bikin Badan Bugar Selama Berpuasa



Asupan nutrisi yang tepat selama menjalankan ibadah puasa cukup penting agar kebugaran tubuh tetap terjaga.

Seperti diungkapkan Ahli Gizi dan Peneliti Gizi Politeknik Kesehatan Jakarta, Marudut, tidak hanya membuat bugar, asupan nutrisi yang seimbang juga bisa menghindarkan dari gangguan kesehatan.

"Kalau tubuh justru lemas selama berpuasa bahkan sampai mengganggu aktivitas berarti ada yang keliru pada nutrisi yang kita konsumsi," kata Marudut di Jakarta, Kamis (27/7).

Marudut mengatakan, perlunya mengkonsumsi nutrisi yang memiliki kandungan karbohidrat kompleks (lengkap) sehingga gula yang dilepas di dalam tubuh bisa lebih lambat.

"Cara ini akan membuat kita tidak cepat lapar dan tubuh tetap mendapatkan energi sehingga tidak mengganggu dalam menjalankan kegiatan sehari-hari," kata Marudut.

Ia juga mengatakan, tubuh memang mengalami perubahan metabolisme selama berpuasa untuk itu konsumsi makanan harus dilakukan secara bertahap.

"Makanan harus memiliki kandungan nutrisi lengkap yang dibutuhkan tubuh, pemberian nutrisi yang tidak seimbang justru akan mengganggu kesehatan," kata dia.

Seperti diketahui selama menjalankan ibadah puasa seringkali kita tidak dapat menghindari untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung lemak, tetapi hal ini dapat diimbangi dengan mengkonsumsi makanan kaya serat seperti buah dan sayuran.

Makanan berserat itu untuk memudahkan tubuh mengolah dan membuang makanan yang mengandung lemak tersebut sehingga nutrisi tetap terjaga, jelas dia.

Marudut mengatakan, saat ini terdapat produk nutrisi yang sebenarnya dapat dikonsumsi selama berpuasa sehingga tubuh tetap mendapatkan gizi yang bermanfaat bagi tubuh.

Redaktur : Yudha Manggala P Putra
Sumber : Antara

Tayangan Ramadan Memprihatinkan, Orangtua Harus Dampingi Anak Menonton

Ilustrasi Nonton TV
Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) telah melayangkan surat teguran kepada enam program Ramadan yang ditayangkan beberapa stasiun TV, yaitu Sahurnya Pesbukers (ANTV), Hafidz Indonesia (RCTI), Sahurnya OVJ (Trans 7), Yuk Kita Sahur (Trans TV), Karnaval Ramadhan (Trans TV), dan Mengetuk Pintu Hati (SCTV).

Keenam program ini dinilai telah melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran KPI.
"Pelanggaran yang dilakukan menyangkut tayangan komedi yang menampilkan lelucon melecehkan orang dengan kondisi fisik tertentu atau orang dengan orientasi seks tertentu, serta melanggar norma kesopanan dan Undang-undang Perlindungan Anak,” kata Nina Mutmainnah Armando, Komisioner Bidang Isi Siaran KPI di Jakarta, Kamis (25/7).

Banyaknya teguran yang diterima program Ramadan yang tayang saat sahur dan berbuka puasa ini memperlihatkan, bahwa tayangan Ramadan di TV banyak yang belum ramah anak. Padahal menurut Nina, penonton anak-anak pada jam tayang tersebut cukup banyak.

"Selain menuntut agar stasiun televisi berkomitmen mematuhi peraturan penyiaran yang berlaku, kita sebagai masyarakat memang harus melek media, harus kritis dalam memilih tayangan yang bermanfaat bagi diri dan keluarga," tegas Nina.

Sebagai orangtua, tambah Nina, kita juga harus bisa menyeleksi tayangan mana yang layak atau berbahaya untuk anak kita. "Melakukan pendampingan saat anak menonton televisi juga sangat penting," pesannya.

Hal senada juga diungkapkan pemerhati anak Seto Mulyadi. Menurutnya, saat melakukan pendampingan, anak harus diberikan pemahaman tentang acara yang sedang ditontonnya.
"Diskusikan pada anak apa yang salah menurut agama, moral dan sosial dari tayangan yang sedang ditonton. Misalnya bila ada pelawak yang membuat lelucon dengan cara menghina orang lain, katakan pada dia kalau hal itu tidak baik," papar pria yang biasa disapa Kak Seto ini.

Cara ini menurutnya, lebih efektif ketimbang melarang anak untuk menonton tayangan televisi. "Kalau hanya dilarang, misalnya dengan kalimat 'jangan menonton tayangan televisi ini', biasanya anak akan bertanya dalam hati, 'Kenapa ya dilarang?' Akhirnya mereka malam penasaran dan mencuri-curi kesempatan untuk nonton acara yang dilarang tersebut," tambah Kak Seto.

Bila kondisi ini dibiarkan, karakter anak akan terbentuk seperti apa yang dilihatnya di televisi. "Anak-anak umumnya selalu meniru apa yang mereka lihat. Jadi sangat mungkin perilaku dan sikap mereka akan meniru kekerasan atau perbuatan tidak sopan yang ditayangkan di televisi yang mereka tonton," tegas Kak Seto.

Penulis: Herman/RIN

10 Manfaat & Dampak Ilmiah Puasa Pada Kesehatan Tubuh

10 Manfaat & Dampak Puasa Pada Tubuh Secara Ilmiah – Bulan ramadhan sebentar lagi tiba, artinya kesempatan umat muslim untuk menjalankan kewajiban berpuasa dan mendapatkan pahala sebanyak-banyaknya juga terbuka. Dengan niat yang kuat dan ikhlas, ibadah puasa dapat kita jalani dengan maksimal sekaligus memberikan manfaat yang maksimal pula bagi diri kita. Selain menjadi ladang pahala bagi umat muslim, berpuasa juga memiliki manfaat yang luar biasa bagi kesehatan tubuh manusia itu sendiri.
Karena itu, agar makin termotivasi dalam menjalani puasa Ramadhan, kita juga perlu tahu apa saja manfaat berpuasa dari segi ilmiah. Manfaat berpuasa ini telah banyak dibahas diberbagai artikel, maka kami menghimpunnya dan memilah yang terbaik dan mudah dipahami.

1. Baik Bagi Kesehatan Jantung & Pembuluh Darah

Sakit jantung tidak dipungkiri lagi merupakan salah satu penyakit yang paling ditakuti oleh kebanyakan orang didunia, apalagi di Indonesia dengan jumlah perokok terus makin meningkat tiap tahunnya penyakit jantung adalah ancaman nyata. Untungnya,  berpuasa memiliki dampak yang sangat baik bagi jantung, ketika berpuasa, tubuh kita ternyata melakukan peningkatan HDL dan penurunan LDL yang menurut penelitian “chronobiological” ternyata hal tersebut merupakan hal yang sehat bagi jantung dan pembuluh darah.

2. Psikologi Yang Tenang Cegah Penyakit Kronis

Selain menahan lapar dan haus, puasa juga mengharuskan kita menahan amarah. Hal ini membuat keadaan psikologis seseorang menjadi lebih tenang dan secara ilmiah akan menurunkan kadar adrenalin dalam tubuh. Minimnya adrenalin akan memberikan efek baik pada tubuh seperti: mencegah pembentukan kolesterol dan kontraksi empedu yang lebih baik dimana hal ini dapat mengurangi resiko penyakit pembuluh darah, jantung dan otak seperti jantung koroner, stroke dan lainnya.

3. Pola Pikir yang Lebih Tajam & Kreatif

Puasa membuat pikiran menjadi lebih tenang dan juga melambat, uniknya menurut penelitian ternyata pikiran yang melambat ini membuatnya justru bekerja lebih tajam. Selain itu ditinjau dari segi insting, masalah rasa lapar adalah masalah kelanjutan hidup sehingga wajar jika rasa lapar memaksa kita untuk berpikiran lebih tajam dan kreatif.
Hal ini juga dibuktikan dengan suatu kasus pada sekelompok mahasiswa di University of Chicago yang diminta berpuasa selama tujuh hari. Selama masa itu, terbukti bahwa kewaspadaan mental mereka meningkat dan progres mereka dalam berbagai penugasan kampus mendapat nilai “REMARKABLE.”

4. Performa Seksual Meningkat Pesat

Sebuah penelitian yang membahas tentang hubungan puasa dengan kadar hormon kejantanan (testoteron), perangsang kantung (FSH) dan lemotin (LH) membuktikan, bahwa puasa memang benar menurunkan nafsu seksual dan menurunkan hormon testoteron. Namun ini bersifat sementara, Bahkan setelah beberapa hari siklus puasa dijalankan justru produksi hormon testosteron dan performa seksual justru meningkat pesat.

5. Mengurangi Kegemukan

secara ilmiah berpuasa juga berdampak pada penurunan berat badan. Dengan berpuasa usus-usus dalam tubuh akan lebih bersih dari sisa-sisa endapan makanan, Endapan makanan inilah yang bila kelebihan akan menjadi lemak diperut. Selain itu berpuasa juga memperbaiki sistem pencernaan kita, sehingga sirkulasi makanan dan buang air menjadi lebih lancar.

6. Pencegah & Penyembuh Penyakit Mental

Otak kita didalamnya memiliki fungsi pembersih dan penyehat otak dengan bantuan sel yang disebut dengan “neuroglial cells”. Saat berpuasa, sel-sel neuron yang mati atau sakit, akan “dimakan” oleh sel-sel neuroglial ini, dimana hal ini akan berdampak pula pada mental seseorang. bahkan, seorang ilmuwan di bidang kejiwaan yang bernama Dr. Ehret menyatakan bahwa: “Beberapa hari berpuasa akan memberikan dampak pada kesehatan fisik dan lebih lanjut untuk mendapatkan kesehatan mental, seseorang harus menjalani puasa lebih dari 21 hari.

7. Kekebalan Tubuh Yang Meningkat

Bukannya lemas sehingga menjadi gampang sakit, ternyata puasa justru meningkatkan kekebalan tubuh. Hal ini didukung oleh penelitian yang bahkan sudah umum, yaitu mengenai: Ketika seorang berpuasa maka akan terjadi peningkatan Limfosit sampai dengan 10 kali lipat dalam tubuhnya, hal ini memberikan pengaruh yang besar terhadap sistem imunitas tubuh, sehingga puasa justru menghindarkan kita dari berbagai virus dari lingkungan luar/makanan yang tidak baik.

8. Sehat Bagi Ginjal

Ginjal merupakan penyaring zat berbahaya apapun yang kita makan dan minum dan berpuasa membuat ginjal semakin sehat, mengapa? Karena fungsi ginjal akan maksimal bila kekuatan osmosis urin mencapai 1000 sampai 12.000 ml osmosis/kg air, dan satu-satunya cara adalah dengan mengurangi asupan air yaitu ketika berpuasa.

9. Pencegah Diabetes & kelebihan Nutrisi Lainnya

Obesitas, hiperkolesterol, diabetes dan penyakit yang diakibatkan kelebihan nutrisi lainnya adalah akibat dari tubuh mengalami kelebihan kadar gula darah dan kolesterol. Dengan berpuasa konsumsi gula dan makanan berlemak dapat lebih terkontrol dan dikurangi yang akan berdampak baik bagi kembalinya keseimbangan kadar gula dan kolesterol tersebut.

10. Penawar Sakit Sendi/Encok

Berpuasa dengan teratur akan meningkatkan sel penetral alami dalam tubuh kita yang akan membuat sakit encok lambat laun menuju kesembuhan. Sebuah penelitian menemukan adanya korelasi antara meningkatnya kemampuan sel penetral (pembasmi bakteri) dengan membaiknya radang sendi — penyebab encok.

Makanan Yang Dihindari atau Dianjurkan Demi Puasa Sehat


Bulan Ramadhan telah tiba. Saatnya untuk berbagi tips aman berpuasa

Menurut Dokter Edy Rizal Wahyudi, SpPD, KGer, FINASIM dari Divisi Geriatri Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ada beberapa kiat yang perlu diperhatikan di samping untuk membuat lancar berpuasa juga bermanfaat untuk gaya hidup sehat.

Apa saja?

1. Saat sahur usahakan untuk membatasi asupan teh dan kopi. Pasalnya, dua asupan tersebut membuat metabolisme berjalan cepat. Sehingga cepat mendatangkan rasa haus meski tak sampai dehidrasi.

2. Sangat dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan yang lambat dicerna dan memiliki serat yang tinggi. Contohnya Gandum, Padi-Padian, Kacang-Kacangan, biji-bijian, nasi merah.

3. Saat berbuka Puasa dianjurkan untuk mengkonsumsi Kurma. Hal ini dikarenakan kurma mengandung Gula, Serat, Karbohidrat, Kalium dan Magnesium. Kurma juga dapat kebutuhan nutrisi tubuh yang hilang selama Puasa perlahan terpenuhi.

4. Mengkonsumsi Pisang saat Berbuka sangat baik bagi tubuh anda. Sebab Pisang merupakan sumber Kalium, Magnesium dan Karbohidrat.

5. Batasi makanan yang digoreng saat berbuka, karena dapat meningkatkan sel-sel lemak dalam tubuh. Apalagi untuk mereka yang sudah lanjut usia, pada usia tersebut orang cenderung memiliki keluhan penyakit yang disebabkan lemak seperti jantung dan hipertensi.
 
6. Konsumsi Air atau Jus Buah antara berbuka puasa dan sebelum tidur. Asupan ini untuk menyediakan kebutuhan cairan dalam tubuh untuk Anda agar lancar  beraktivitas esok harinya.

7. Hindari terlalu banyak makanan es, karena memudahkan anda merasa kenyang sehingga membuat asupan makanan dengan gizi yang lengkap akan menurun karena tak bisa masuk dalam

Cegah Bau Mulut Saat Berpuasa

Umat Islam dari seluruh dunia menjalankan ibadah puasa Ramadhan selama satu bulan penuh. Namun ada satu hal yang bisa mengurangi kepercayaan diri sesorang pada saat berpuasa, yaitu bau mulut. Ingin tahu cara mencegahnya?

Bau mulut secara medis disebut juga halitosis disebabkan oleh kebiasaan perawatan gigi yang buruk dan juga merupakan tanda masalah kesehatan lainnya. Bau mulut juga dapat disebabkan oleh jenis makanan yang dikonsumsi dan kebiasaan gaya hidup tidak sehat lainnya.

Kebiasan mengonsumsi makanan atau minuman manis pada saat berbuka puasa dapat menyebabkan nyeri terutama pada gigi berlubang dan berkontribusi pada bau mulut. Untuk menjaga kesegaran napas sepanjang hari dan kesehatan gigi diperlukan langkah-langkah untuk mempersiapkan diri sebelum melaksanakan ibadah puasa. Bau mulut yang kurang sedap akan sangat berpengaruh pada kepercayaan diri saat sedang berkomunikasi dengan orang lain.

Nah, ada 5 hal yang bisa membantu mencegah bau mulut Anda pada saat berpuasa, yaitu :

1. Minumlah air putih yang cukup pada saat sahur dan berbuka, untuk mencegah mulut kering. Salah satu penyebab bau mulut pada saat berpuasa disebabkan oleh mulut mengalami kekeringan akibat kurangnya cairan ludah (saliva).

2. Gosok gigi dan juga lidah Anda secara menyeluruh setelah sahur. Dua sumber utama bau mulut ialah bakteri dan sisa makanan yang membusuk, maka dari itu diperlukan perawatan yang teratur dengan cara menyikat gigi, bisa juga menggunakan dental floss, untuk bisa menjangkau sisa makanan yang terselip diantara gigi.

3. Minumlah teh hijau tanpa gula saat berbuka puasa, kerena teh hijau diketahui memiliki kandungan zat polyphenol yang dapat membantu membunuh bakteri yang menyebabkan bau mulut.

4. Kurangi makanan yang mengandung banyak gula, kerena makanan manis bisa menyebabkan nyeri pada gigi berlubang sehingga dapat menimbulkan bau mulut.

5. Hindari makanan yang yang bisa memicu bau mulut seperti misalnya cokelat. Cokelat adalah makanan yang bersifat diuretik (merangsang pengeluaran urin). Akibatnya, mulut akan cepat mengalami kekeringan.

Well fitness mania, selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan dan jangan lupa tetap menjaga kesehatan gigi dan mulut ya!

Makanan Ini Sebaiknya Dihindari Saat Bulan Puasa

Makanan Ini Sebaiknya Dihindari Saat Bulan PuasaBulan puasa tiba. Biasanya saat berpuasa berbagai makanan enak disajikan sebagai hindangan. Namun, penting untuk memilih dan memperhatikan asupan makanan kedalam tubuh saat berpuasa. Karena bila sembarangan makan atau minum bisa berakibat buruk bagi kesehatan. Nah, sebagai persiapan menghadapi bulan ramadhan, simak makanan dan minuman yang perlu dihindari saat berpuasa :






Makanan yang mengandung Keju dan Coklat Berlebih
Hmmm cheese cake dan berbagai makanan berbahan keju dan coklat memang menggoda. Setelah seharian berpuasa makanan manis sangat menggoda. Namun, sebaiknya hindari makanan ini atau jangan dikonsumsi berlebihan. Sebabnya, makanan tersebut sulit dicerna. Karena sulit dicerna maka lambung kita akan lambat untuk memprosesnya. Sehingga perut bisa menjadi kembung.

Kopi
Kopi mengandung kafein yang tinggi. Kafein pada kopi sangat tidak baik untuk lambung kita. Apalagi saat berpuasa lambung kita tidak terisi lebih dari 14 jam. Secara otomatis asam lambung akan meningkat. Kopi sendiri merangsang pengeluaran asam lambung. Produksi asam lambung berlebih akan membuat kita merasa mual.

Makanan Pedas Dan Mengandung Banyak Merica
Makanan pedas selalu menggoda selera makan. Rasa pedas bisa meningkatkan nafsu makan kita. Apalagi setelah seharian berpuasa. Hati-hati mengkonsumsi makanan pedas karena makanan pedas dapat merusak dinding lambung. Karena dinding lambung juga sensitif terhadap pedas.

Permen Karet dan Gorengan
Asam lambung sangat berbahaya bagi tubuh kita. Permen dan gorengan bisa memicu keluarnya asam lambung. Maka hindari memakan permen dan gorengan saat berbuka puasa, Karena saat berpuasa perut sangat sensitif dan asam lambung mudah meningkat.
Itulah beberapa makanan serta minuman yang baiknya tidak dikonsumsi secara belebihan dan dihindari saat berpuasa.

20 Mukjizat Puasa terhadap Kesehatan Manusia



Berbagai penelitian telah mengungkap adanya mukjizat puasa ditinjau dari perpekstif medis modern. Dalam penelitian ilmiah, tidak ditemukan efek merugikan dari puasa Ramadhan pada jantung, paru, hati, ginjal, mata, profil endokrin, hematologi dan fungsi neuropsikiatri.

Penelitian meta analisis atau penelitian terhadap berbagai Abstrak Terkait ini diperoleh dari Medline dan jurnal lokal di negara-negara Islam 1960-2009. Seratus tiga belas artikel yang memenuhi kriteria untuk pemilihan kertas dikaji secara mendalam untuk mengidentifikasi rincian bahan terkait.

Hasilnya, terdapat manfaat luar biasa dan tidak disangka sebelumnya oleh para ilmuwan tentang adanya mukjizat puasa Ramadhan bagi kesehatan manusia. Meskipun puasa Ramadhan aman untuk semua orang sehat dan beberapa kondisi sakit tertentu, namun dalam keadaan penyakit tertentu seseorang harus berkonsultasi dengan dokter dan mengikuti rekomendasi ilmiah.

Bulan Ramadhan adalah bulan yang paling dinanti oleh umat muslim. Saat itu, dianggap sebagai bulan yang penuh berkah dan rahmah. Semua umat muslim yang sehat dan sudah akil balik diwajibkan untuk berpuasa sebulan penuh. Meskipun untuk sebagian orang ibadah puasa cukup berat, tetapi terdapat keistimewaan untuk mendapatkan hikmah dari Allah berupa kebahagian, pahala berlipat, dan bahkan suatu muhjizat dalam kesehatan.

Allah berjanji akan memberikan berkah kepada orang yang berpuasa. Seperti ditegaskan sabda Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Ibnu Suny dan Abu Nu'aim: "Berpuasalah maka kamu akan sehat." Dengan berpuasa, akan diperoleh manfaat secara biopsikososial berupa sehat jasmani, rohani dan sosial. Rahasia kesehatan yang dijanjikan dalam berpuasa inilah yang menjadi daya tarik ilmuwan untuk meneliti berbagai aspek kesehatan puasa secara psikobiologis, imunopatofisilogis dan biomolekular.

Para pakar nutrisi dunia mendefinisikan puasa atau kelaparan (starvasi) sebagai pantangan mengkonsumsi nutrisi baik secara total atau sebagian dalam jangka panjang atau jangka pendek. Sedangkan konsep puasa dalam Islam secara substansial adalah menahan diri tidak makan, minum dan berhubungan suami istri mulai terbit fajar hingga terbenam matahari dengan disertai niat. Sehingga puasa memiliki perbedaan dibandingkan starvasi biasa.

Inilah 20 Mukizat Puasa Terhadap Kesehatan Manusia

1. Keseimbangan anabolisme dan katabolisme
Berbeda dengan kelaparan atau starvasi dalam berbagai bentuk dapat mengganggu kesehatan tubuh. Namun sebaliknya, dalam puasa ramadhan terjadi keseimbangan anabolisme dan katabolisme yang berakibat asam amino dan berbagai zat lainnya membantu peremajaan sel dan komponennya memproduksi glukosa darah dan mensuplai asam amino dalam darah sepanjang hari. Cadangan protein yang cukup dalam hati karena asupan nutrisi saat buka dan sahur akan tetap dapat menciptakan kondisi tubuh untuk terus memproduksi protein esensial lainnya seperti albumin, globulin dan fibrinogen. Hal ini tidak terjadi pada starvasi jangka panjang, karena terjadi penumpukan lemak dalam jumlah besar, sehingga beresiko terjadi sirosis hati. Sedangkan saat puasa di bulan ramadhan, fungsi hati masih aktif dan baik.

2. Tidak akan mengakibatkan pengasaman dalam darah.
Kemudian juga berbeda dengan starvasi, dalam puasa Islam penelitian menunjukkan asam amino teroksidasi dengan pelan dan zat keton tidak meningkat dalam darah sehingga tidak akan mengakibatkan pengasaman dalam darah.

3. Tidak berpengaruh pada sel darah manusia
Dalam penelitian, saat puasa tidak berpengaruh pada sel darah manusia & tidak terdapat perbedaan jumlah retikulosit, volume sel darah merah serta rata-rata konsentrasi hemoglobin (MCH, MCHC) dibandingkan dengan orang yang tidak berpuasa.

4. Puasa pada penderita diabetes tipe 2 tidak berpengaruh
Puasa ramadhan pada penderita diabetes tipe 2 tidak berpengaruh dan tidak terdapat perbedaan protein gula, protein glikosilat dan hemoglobin glikosilat. Namun pada penderita diabetes tipe tertentu sebaiknya harus berkonsultasi dengan dokter bila hendak berpuasa. Diantaranya adalah penderita diabetes dengan keton meningkat, sedang hamil, usia anak atau komplikasi lain seperti gagal ginjal dan jantung.

5. Pengaruh pada Ibu hamil dan menyusui
Terdapat sebuah penelitian puasa pada ibu hamil, ibu menyusui, dan kelompok tidak hamil dan tidak menyusui di perkampungan Afika Barat. Ternyata dalam penelitian tersebut disimpulkan tidak terdapat perbedaan kadar glukosa serum, asam lemak bebas, trigliserol, keton, beta hidroksi butirat, alanin, insulin, glucagon dan hormon tiroksin.

6. Pengaruh pada janin saat ibu hami berpuasa
Penelitian di Departemen Obstetri dan Ginekologi dari Gaziantep University Hospital, terhadap 36 wanita sehat dengan kehamilan tanpa komplikasi berturut-turut dari 20 minggu atau lebih, yang berpuasa selama bulan Ramadhan untuk mengevaluasi efek Ramadan pada janin, pengukuran Doppler ultrasonografi dalam peningkatan diameter biparietal janin (BPD), peningkatan panjang tulang paha janin (FL), meningkatkan berat badan diperkirakan janin (EFBW), profil biofisik janin (BPP), indeks cairan amnion (AFI), dan rasio arteri umbilikalis sistol / diastol (S / D) rasio.
Kortisol serum ibu, trigliserida, kolesterol total, low-density lipoprotein (LDL), high density lipoprotein (HDL), very Low density lipoprotein (VLDL), dan LDL / HDL rasio juga dievaluasi sebelum dan sesudah Ramadhan. Hasil penelitian menunjukkan, tidak ada perbedaan signifikan yang ditemukan antara kedua kelompok untuk usia janin, berat badan ibu, perperkiraan kenaikan berat badan janin (EFWG), BPP janin, AFI, dan rasio arteri umbilikalis S / D.

7. Penurunan glukosa dan berat badan
Studi kohort dilakukan pada 81 mahasiswa Universitas Teheran of Medical Sciences saat berpuasa. Dilakukan evaluasi berat badan, indeks massa tubuh (BMI), glukosa, trigliserida (TG), kolesterol, lipoprotein densitas rendah (LDL), high density lipoprotein (HDL), dan Very Low density lipoprotein (VLDL), sebelum dan sesudah Ramadhan. Studi ini menunjukkan bahwa puasa Ramadhan menyebabkan penurunan glukosa dan berat badan. Meskipun ada penurunan yang signifikan dalam frekuensi makan, peningkatan yang signifikan dalam LDL dan penurunan HDL tercatat pada bulan Ramadhan. Tampaknya efek puasa Ramadhan pada tingkat lipid dalam darah mungkin berkaitan erat dengan pola makan gizi atau respon kelaparan biokimia.

8. Pengaruh pada fungsi kelenjar gondok
Ketika berpuasa ternyata juga terbukti tidak berpengaruh pada fungsi kelenjar gondok manusia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan kadar plasma tiroksin (TS),tiroksin bebas, tironin triyodium dan hormon perangsang gondok (TSH) pada penderita laki-laki yang berpuasa.

9. Pengaruh pada hormon virgisteron
Sedangkan pada penelitian hormon wanita tidak terjadi gangguan pada hormon virgisteron saat melaksanakan puasa. Tetapi, 80% populasi penelitian menunjukkan penurunan hormon prolaktin. Penelitian ini menunjukkan harapan baru bagi penderita infertilitas atau kemandulan wanita yang disebabkan peningkatan hormon prolaktin. Sehingga saat puasa, wanita tetap berpeluang besar untuk tetap pada kondisi subur.

10. Bermanfaat Bagi Jantung
Beberapa penelitian menyebutkan sebenarnya tidak terdapat perbedaan yang mencolok saat berpuasa dibandingkan saat tidak berpuasa. Puasa Ramadhan tidak mempengaruhi secara drastis metabolisme lemak, karbohidrat dan protein. Meskipun terjadi peningkatan serum uria dan asam urat sering terjadi saat terjadi dehidrasi ringan saat puasa. Saat berpuasa ternyata terjadi peningkatan HDL dan apoprotein alfa1. Penurunan LDL sendiri ternyata sangat bermanfaat bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah. Beberapa penelitian "chronobiological" menunjukkan saat puasa Ramadhan berpengaruh terhadap ritme penurunan distribusi sirkadian dari suhu tubuh, hormon kortisol, melatonin dan glisemia. Berbagai perubahan yang meskipun ringan tersebut tampaknya juga berperan bagi peningkatan kesehatan manusia.

11. Memperbaiki dan merestorasi fungsi dan kinerja sel
Saat puasa terjadi perubahan dan konversi yang masif dalam asam amino yang terakumulasi dari makanan, sebelum didistribusikan dalam tubuh terjadi format ulang. Sehingga, memberikan kesempatan tunas baru sel untuk memperbaiki dan merestorasi fungsi dan kinerjanya. Pola makan saat puasa dapat mensuplai asam lemak dan asam amino penting saat makan sahur dan berbuka. Sehingga terbentuk tunas-tunas protein , lemak, fosfat, kolesterol dan lainnya untuk membangun sel baru dan membersihkan sel lemak yang menggumpal di dalam hati. Jumlah sel yang mati dalam tubuh mencapai 125 juta perdetik, namun yang lahir dan meremaja lebih banyak lagi.

12. Sangat efektif meningkatkan konsentrasi urin dalam ginjal serta meningkatkan kekuatan osmosis urin
Penghentian konsumsi air selama puasa sangat efektif meningkatkan konsentrasi urin dalam ginjal serta meningkatkan kekuatan osmosis urin hingga mencapai 1000 sampai 12.000 ml osmosis/kg air. Dalam keadaan tertentu hal ini akan memberi perlindungan terhadap fungsi ginjal. Kekurangan air dalam puasa ternyata dapat meminimalkan volume air dalam darah. Kondisi ini berakibat memacu kinerja mekanisme lokal pengatur pembuluh darah dan menambah prostaglandin yang pada akhirnya memacu fungsi dan kerja sel darah merah.

13. Dalam keadaan puasa ternyata dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh
Penelitian menunjukkan saat puasa terjadi peningkatan limfosit hingga sepuluh kali lipat. Kendati keseluruhan sel darah putih tidak berubah ternyata sel T mengalami kenaikkan pesat. Pada penelitian terbaru menunjukkan bahwa terjadi penurunan kadar apo-betta, menaikkan kadar apo-alfa1 dibandingkan sebelum puasa. Kondisi tersebut dapat menjauhkan serangan penyakit jantung dan pembuluh darah.

14. Penurunan berbagai hormon salah satu rahasia hidup jangka panjang
Penelitian endokrinologi menunjukkan bahwa pola makan saat puasa yang bersifat rotatif menjadi beban dalam asimilasi makanan di dalam tubuh. Keadaan ini mengakibatkan penurunan pengeluaran hormon sistem pencernaan dan insulin dalam jumlah besar. Penurunan berbagai hormon tersebut merupakan salah satu rahasia hidup jangka panjang.

15. Bermanfaat dalam pembentukan sperma
Manfaat lain ditunjukan dalam penelitian pada kesuburan laki-laki. Dalam penelitian tersebut dilakukan penelitian pada hormon testoteron, prolaktin, lemotin, dan hormon stimulating folikel (FSH), Ternyata hasil akhir kesimpulan penelitian tersebut puasa bermanfaat dalam pembentukan sperma melalui perubahan hormon hipotalamus-pituatari testicular dan pengaruh kedua testis.

16. Bermanfaat untuk penderita radang persendian (encok) atau rematoid arthritis
Manfaat lain yang perlu penelitian lebih jauh adalah pengaruh puasa pada membaiknya penderita radang persendian (encok) atau rematoid arthritis. Parameter yang diteliti adalah fungsi sel penetral (netrofil) dan progresifitas klinis penderita. Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa terdapat korelasi antara membaiknya radang sendi dan peningkatan kemampuan sel penetral dalam membasmi bakteri.

17. Memperbaiki hormon testoteron dan performa seksual
Dalam sebuah jurnal endokrin dan metabolisme dilaporkan penelitian puasa dikaitkan dengan hormon dan kemampuan seksual laki-laki. Penelitian tersebut mengamati kadar hormon kejantanan (testoteron), perangsang kantung (FSH) dan lemotin (LH). Terjadi perubahan kadar berbagai hormon tersebut dalam tiap minggu. Dalam tahap awal didapatkan penurunan hormon testoteron yang berakibat penurunan nafsu seksual tetapi tidak menganggu jaringan kesuburan. Namun hanya bersifat sementara karena beberapa hari setelah puasa hormon testoteron dan performa seksual meningkat pesat melebihi sebelumnya

18. Memperbaiki kondisi mental secara bermakna
Seorang peneliti diMoskow melakukan penelitian pada seribu penderita kelainan mental termasuk skizofrenia. Ternyata dengan puasa sekitar 65% terdapat perbaikan kondisi mental yang bermakna. Berbagai penelitian lainnya menunjukkan ternyata puasa Ramadhan juga mengurangi risiko kompilkasi kegemukan, melindungi tubuh dari batu ginjal, meredam gejolak seksual kalangan muda dan penyakit lainnya yang masih banyak lagi.

19. Peningkatan komunikasi psikososial baik dengan Allah dan sesama manusia
Manfaat puasa bagi kehidupan psikososial memegang peranan penting dalam kesehatan manusia. Dalam bulan puasa terjadi peningkatan komunikasi psikososial baik dengan Allah dan sesama manusia. Hubungan psikologis berupa komunikasi dengan Allah akan meningkat pesat, karena puasa adalah bulan penuh berkah. Setiap doa dan ibadah akan berpahala berlipat kali dibandingkan biasanya. Bertambahnya kualitas dan kuantitas ibadah di bulan puasa akan juga meningkatkan komunikasi sosial dengan sesama manusia baik keluarga, saudara dan tetangga akan lebih sering. Berbagai peningkatan ibadah secara langsung akan meningkatkan hubungan dengan Pencipta dan sesamanya ini akan membuat jiwa lebih aman, teduh, senang, gembira, puas serta bahagia.

20. Menurunkan adrenalin
Keadaan psikologis yang tenang, teduh dan tidak dipenuhi rasa amarah saat puasa ternyata dapat menurunkan adrenalin. Saat marah terjadi peningkatan jumlah adrenalin sebesar 20-30 kali lipat. Adrenalin akan memperkecil kontraksi otot empedu, menyempitkan pembuluh darah perifer, meluaskan pembuluh darah koroner, meningkatkan tekanan darah arterial dan menambah volume darah ke jantung dan jumlah detak jantung. Adrenalin juga menambah pembentukan kolesterol dari lemak protein berkepadatan rendah. Berbagai hal tersebut ternyata dapat meningkatkan resiko penyakit pembuluh darah, jantung dan otak seperti jantung koroner, stroke dan lainnya.
Berbagai kajian ilmiah melalui penelitian medis telah menunjukkan bahwa ternyata puasa sebulan penuh saat bulan ramadhan bermanfaat sangat luar biasa bagi tubuh manusia. Sebaliknya banyak penelitian menunjukkan bahwa puasa berbeda dengan starvasi biasa, secara umum tidak akan mengganggu tubuh manusia. Dalam mencermati temuan ilmiah tersebut akan lebih diyakini bahwa berkah kesehatan yang dijanjikan dalam berpuasa ternyata bukan sekedar teori dan opini. Manfaat puasa bagi kesehatan sebagian telah terbukti secara ilmiah. Wajar saja, bahwa puasa adalah saat yang paling dinantikan oleh kaum muslim karena memang terbukti secara ilmiah menjanjikan berkah dan mukjizat dalam kesehatan manusia.


Penulis : Dr. Widodo Judarwanto Sp.A

Cara Mencegah Bibir Kering Saat Berpuasa

Hindari kebiasaan menjilat bibir, karena tindakan ini dapat menyebabkan bibir menjadi lebih kering dari sebelumnya akibat hilangnya minyak alami pelindungan kelembaban bibir.


Saat menjalani ibadah puasa, biasanya kulit cenderung lebih kering karena kurangnya air yang masuk ke dalam tubuh. Hal ini juga berdampak pada penampilan kulit yang kurang menarik termasuk bagian bibir.
Dalam kondisi seperti ini, kulit pada bagian bibir akan mudah kering dan pecah-pecah dibandingkan kulit pada bagian tubuh lainnya. Namun Anda bisa mencegahnya dengan mempertahankan kelembaban dan kesehatan kulit bibir kala berpuasa.

Berikut beberapa cara sederhana yang bisa Anda lakukan untuk mencegah dan mengatasi bibir kering Anda saat berpuasa:

* Hindari kebiasaan menjilat bibir. Walau pun hal itu membuat keadaan kulit bibir Anda terasa lebih nyaman, tetapi tindakan ini dapat menyebabkan bibir menjadi lebih kering dari sebelumnya. Pasalnya, tindakan ini mengakibatkan hilangnya minyak alami yang dihasilkan bibir guna melindunginya.

* Mengatasi dehidrasi yang menjadi salah satu penyebab kulit kering dan bibir pecah-pecah. Caranya, sebelum dan saat sahur usahakan Anda minum air secukupnya, dan setelah berbuka pastikan Anda meneguk air putih terlebih dahulu sebelum menyantap makanan atau minuman manis lainnya.

* Hindari makanan pedas dan terlalu asin saat sahur dan buka puasa, karena rasa tersebut dapat menyebabkan bibir kering.

* Saat berbuka atau jelang sahur, hindari minuman berkafein dan merokok, karena rokok dapat mengeringkan minyak alami pada bibir yang berfungsi untuk melindungi bibir Anda.

* Gunakan pelembab bibir sesuai kebutuhan agar bibir tetap bisa tampil segar dan sehat selama berpuasa.


Sumber: Nivea Lip Care - Beiersdorf.