Pages

Subscribe:
Tampilkan postingan dengan label Tips Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Sering Lapar di Malam Hari? Awas Mungkin Anda Alami Gangguan Mental



Lapar bisa datang kapan saja, sejak bangun tidur bahkan membuat Anda terbangun di malam hari. Jika Anda seringkali tidak bisa tidur dan baru bisa tidur nyenyak setelah makan, Anda mungkin mengalami gangguan mental dan bisa menjadi masalah jika tidak segera menghubungi dokter, dilansir oleh Geniusbeauty.com.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh University of Pennsylvania menemukan bahwa orang-orang yang sering lapar di malam hari dan harus makan agar bisa tidur ternyata menghadapi risiko mengalami gangguan mental. Pendapat tersebut diungkapkan oleh pemimpin penelitian, Dr Rebecka Peebles.

Menurut para ahli, orang yang harus ngemil di malam hari bahkan sering terbangun karena lapar ada hubungannya dengan kejiwaan seseorang yang merasa tidak aman dan kecenderungan untuk hiperaktif. Hasil penelitian yang dilakukan pada mahasiswa menunjukkan bahwa mereka yang sering lapar di malam hari terkait dengan depresi.

Jadi bisa disimpulkan bahwa lapar di malam hari bahkan harus makan agar bisa tidur tidak selalu berhubungan dengan tubuh yang kekurangan nutrisi. Keharusan untuk makan sebelum tidur dan terbangun karena lapar bisa menjadi salah satu sinyal Anda kemungkinan mengalami depresi dan refleksi dari disfungsional jiwa manusia.

Kebanyakan Begadang Dapat Mengakibatkan Anda Mengalami 4 Hal Ini



Masih banyak orang yang meremehkan kebiasaan begadang dan mengurangi jam tidur mereka. Padahal, menukar jam istirahat dengan kesibukan Anda akan membuat Anda mengalami masalah kesehatan di masa depan.

Semakin dewasa, makin jarang orang melakukan tidur siang. Umumnya karena bekerja dan melakukan aktivitas lainnya di siang hari. Oleh karena itu jam tidur yang tersisa hanya di malam hari. Kita bisa saja tidur selama 8 jam di malam hari, namun banyak orang dewasa masa kini yang jumlah jam tidur malamnya kurang dari itu.

Dilansir dari Knowledge Bank, inilah beberapa hal yang terjadi saat Anda sering begadang atau mengurangi jam tidur Anda.

Mudah Menguap
Jelasnya, kurang tidur menyebabkan Anda mudah menguap. Namun menguap itu sendiri akan sangat mengganggu kalau Anda sedang dalam keadaan butuh konsentrasi tinggi. Bila keterusan, keseringan menguap bisa menyebabkan pusing.

Mudah Lupa
Otak jadi sulit bekerja karena butuh istirahat, sementara ia dipaksa untuk tetap bangun. Hal ini menyebabkan kita sulit konsentrasi dan mudah lupa. Kemampuan kita untuk mengingat bisa mundur bila terlalu sering dibiarkan seperti ini.

Mudah Emosi
Orang yang kurang tidur seringkali kurang stabil. Emosi dan pikirannya kurang aktif sehingga malas untuk memahami dan berpikir. Akibatnya, kita jadi sensitif. Bisa jadi mudah sedih atau mudah marah.

Halusinasi
Yang cukup parah adalah ketika kita sudah mulai berhalusinasi. Bentuknya bisa berbagai macam. Misalnya kita merasa melihat atau mendengar sesuatu. Kadang pula bisa menyebabkan kegelisahan padahal tak ada hal serius yang terjadi.

Jangan kurangi jam tidur Anda. Taatilah jam istirahat Anda untuk mengurangi atau mencegah masalah kesehatan di esok hari.

Tips Mengencangkan Perut Dengan Cara Yang Tidak Menyiksa



Masih membayangkan memiliki perut kencang dan rata?
Tidak akan menjadi bayangan lagi apabila memang Anda berusaha. Tetapi kami juga paham bahwa Anda sudah bosan berusaha dan melakukan berbagai cara menyiksa.

Anda mungkin bahkan sudah pernah mencoba banyak cara yang disarankan orang lain, dan hasilnya, mulai dari berat badan yo yo, hingga kulit jadi kendur, kusam, bahkan lembek.

Bila Anda ingin memiliki perut kencang namun kulit tubuh tetap elastis dan bersinar, ada cara yang bisa Anda coba. Seperti dilansir Boldsky.com, Anda bisa mengikuti cara berikut:

Kulit yang elastis
Ikuti latihan yang berbeda-beda setiap kalinya, hindari melakukan latihan yang sama terus menerus. Kulit akan kehilangan elastisitasnya apabila Anda hanya melakukan satu latihan yang sama saja.
Selain itu, Anda juga disarankan untuk menggunakan pelembab pada daerah perut, kaki dan tangan setiap hari.

Eksfoliasi
Dengan menggunakan loofah atau body scrub yang baik, maka kulit mati dapat dilepaskan sehingga kulit yang baru akan membuatnya kencang serta lembut. Kulit baru bisa Anda rasakan setidaknya beberapa hari. Gunakan pelembab untuk merawat kulit agar tetap lembut sehingga tidak ada ruam dan kemerahan pada kulit. Eksfoliasi cukup dilakukan seminggu atau dua minggu sekali saja.

Hindari diet instant
Menurunkan berat dengan instant dan cepat hanya akan membuat tubuh Anda mengalami diet yoyo, di mana berat badan naik turun dan tak seperti yang Anda inginkan. Selain itu, diet instant juga kurang baik untuk kulit, karena dapat menyebabkan kulit jadi kendur dan kehilangan elastisitasnya.

Lakukan sit up
Sit up tidak membuat perut kecil, tetapi ia sangat membantu mengencangkan kulit perut. Selain itu, sit up juga membantu membangun otot di perut sehingga lebih kuat.

Aktif dalam kegiatan fisik
Latihan sehari-hari di gym terkadang membosankan, namun Anda bisa mengatasinya dengan mencoba berbagai macam latihan yang berbeda-beda. Anda juga bisa berolahraga di luar, entah itu jogging atau sekedar bersepeda.

Menjaga asupan air
Pastikan asupan air Anda tetap terjaga sehingga kulit tetap lembab dan elastis. Setidaknya dalam sehari, konsumsi 1-2 liter air minum.

Diet sehat
Diet bukan berarti tidak makan apapun juga, tetapi memilih menu makanan terbaik dan bernutrisi yang memang bermanfaat bagi tubuh. Porsinya juga harus dijaga dan disesuaikan, tidak berlebihan dan tidak kurang.

Tips Mengontrol Tubuh Agar Tidak Terasa Cepat Lapar



Apakah Anda termasuk orang yang sulit mengontrol rasa lapar dan nafsu makan? Anda termasuk sosok yang normal kok. Sebagian besar orang yang mengalami problem berat badan adalah yang sulit mengatur nafsu makan dan rasa lapar.

Umumnya setelah melakukan diet, berat badan akan kembali seperti semula karena perut tak dapat menahan lapar. Kalau tadinya turun dua kilo, kenaikan berat badan bisa dua kali lipatnya.
Diet ketat adalah jenis diet yang terburuk apabila Anda punya problem sulit menahan lapar. Anda harus mencoba cara diet lain agar berat badan tetap bisa terkontrol dan bahkan bisa turun.
Berikut adalah cara mengontrol rasa lapar agar berat badan tidak terus naik, seperti dilansir Boldsky.com.

Minum air yang cukup
Minum air setidaknya 1-2 liter setiap hari. Dan sebelum makan pagi, siang ataupun malam, minum segelas air 10 menit sebelumnya. Cara ini ampuh untuk membuat Anda gila-gilaan mengambil porsi makan.

Tambahkan keju
Jangan ragu menambahkan serutan keju pada potongan buah yang Anda makan. Keju memang mengandung lemak, namun membuat Anda lebih cepat kenyang dalam waktu yang relatif lama.

Minum yogurt
Yogurt adalah produk susu lain yang memiliki tekstur creamy dan menciptakan rasa kenyang lebih lama. Tingginya kadar protein juga membuat berat badan Anda jauh lebih mudah dikontrol.

Awali dengan sup
Apabila Anda sering sekali mudah lapar, biasakan mengawali menu makanan Anda dengan sup. Ambil kuah secukupnya sehingga menu utama yang Anda ambil nanti porsinya tidak terlalu besar.
Selain itu, sup mengandung banyak sayuran yang punya nutrisi yang dibutuhkan tubuh.

Minum teh
Teh adalah minuman herbal yang cocok diminum sebelum makan. Membantu mengontrol rasa lapar dan nafsu makan.

Tambahkan bawang putih
Bumbu dapur yang sehat ini membantu mengirimkan sinyal kenyang pada otak sehingga Anda tidak akan makan berlebihan. Selain itu, bawang putih juga membantu membakar kalori berlebih di dalam tubuh.

Jangan takut makan pedas
Menu makanan pedas membantu membakar kalori berlebih. Mengandung capsaicin, vitamin A, dan C serta betakaroten. Mampu membantu mengontrol rasa lapar.

Cukupi kebutuhan makan
Jangan berpikir bahwa menunda jam makan akan membuat Anda kenyang lebih lama. Justru menunda jam makan seperti sebuah bom waktu yang akan meletus dan membuat porsi makan Anda membengkak karena kelaparan.

Pastikan selalu untuk berolahraga teratur setidaknya 30-45 menit setiap hari. Selain membakar kalori tubuh, berolahraga juga akan membuat Anda kenyang lebih lama dan tidak cepat lapar.

Tips Mengatasi Sakit Pada Leher Akibat Salah Tidur



Sakit leher seringkali terjadi karena kita salah gerak atau salah posisi tidur. Bisa jadi hal ini terjadi akibat penggunaan bantal yang terlalu tinggi, terlalu rendah dan sebagainya.

Meski kelihatan sederhana, namun sakit leher sangat tidak nyaman. Ada beberapa orang yang sampai susah menoleh karena hal ini. Nah bila Anda mengalami sakit leher seperti ini, coba lakukan tips berikut

Kompres Leher
Kompres leher Anda dengan menggunakan dua jenis kompresan, kantong kompres hangat dan dingin. Kemudian kompres leher Anda dengan kantong dingin lebih dahulu, kemudian hangat. Cara bergantian seperti ini bisa membuat otot yang kaku dan tegang sehat kembali.

Massage Lembut
Setelah terasa lebih ringan, lakukan pijatan lembut. Jangan terlalu keras karena di leher banyak syaraf dan pembuluh darah penting. Bila memang perlu, gunakan balsam atau minyak pijat, namun dalam jumlah yang sedikit dulu. Penggunaan obat semacam ini kadang juga bisa membuat otot makin kaku.

Peregangan
Coba lakukan peregangan ringan. Coba duduk tegak dengan kepala lurus. Perlahan-lahan, tarik kepala ke bawah selama 8 hitungan. Kemudian kembalikan ke posisi tegak, tarik ke belakang 8 hitungan. Lakukan hal yang sama ke arah kiri dan kanan.

Jemur Bantal Anda
Agar tak terjadi cedera yang sama, jemur bantal Anda agar lebih nyaman saat digunakan untuk tidur. Sementara bila Anda ingin menoleh, lakukan gerakan perlahan dan jangan menggeliat atau menarik otot punggung dan leher terlalu kencang.

Coba tips di atas untuk mengurangi sakit leher yang Anda alami. Jangan lupa gunakan bantal dengan tinggi secukupnya agar tengkuk Anda tak mengalami cedera.

Ternyata Ngemil Penting Juga Loh



Mengapa makan cemilan jadi penting? Seperti yang dilansir oleh snackpicks.com, memakan cemilan ternyata sangat berguna bagi tubuh. Apa saja gunanya? Intip yuk.

1. Membantu Mempertahankan Berat Badan

Jika Anda hanya makan tiga kali dalam sehari, Anda akan makan berlebihan saat menyantap berbagai makanan berat di waktu tersebut. Banyak ahli nutrisi merekomendasikan untuk menyebarkan kalori Anda lebih dari sekedar tiga kali makan. Tiga kali menyantap makanan ringan akan membantu pemenuhan energi Anda sepanjang hari serta membantu mencegah Anda makan berlebihan pada saat sekali makan besar.  Bahkan, penelitian menunjukkan bahwa dengan perencanaan rutinitas ngemil yang konsisten, Anda akan dapat mengekang nafsu makan dan mengurangi kalori berlebih sepanjang hari.

2. Mengisi Kekurangan Nutrisi Tubuh

Jeda yang terlalu lama di antara waktu makan dapat menyebabkan pola makan yang tidak sehat. Anda sebaiknya tetap sehat dengan mengonsumsi makanan ringan yang mengandung vitamin, mineral, biji-bijian, atau serat. Hindari makanan ringan yang terlalu manis dan mengandung gula tinggi karena hanya akan membuat gemuk.

3. Mempertahankan Energi Dalam Tubuh

Makan setiap 3-4 jam, atau 5-6 kali sehari, dapat membantu Anda menghindari kekurangan energi. Dengan mengonsumsi makanan ringan Anda mungkin akan memiliki lebih banyak energi untuk berolahraga.

Pola makan ini tidak hanya baik bagi orang dewasa lho Ladies. Anda juga bisa menerapkannya kepada anak-anak Anda. Selamat mencoba dan dapatkan manfaatnya.

Awas hindari Makanan Beku Cepat Saji!



Seperti yang telah dibahas dalam artikel sebelumnya, makanan beku cepat saji memang cukup berbahaya karena bisa menjadi tempat berkembangbiaknya bakteri. Namun bukan berarti Anda harus meninggalkan sama sekali jenis makanan ini.

Hal yang terpenting nampaknya adalah bagaimana mengatur konsumsi makanan ini secara bijak dan berhati-hati. Agar lebih jelas, mari ikuti penjelasan dari seorang ahli medis MeetDoctor.com, dr. Handris Yanitra.

Menurut beliau, tidak ada aturan yang baku mengenai seberapa amankah kita dapat mengonsumsi makanan beku dalam satu minggu per minggu atau jangka waktu tertentu. Hal ini dapat dikembalikan kepada masing-masing konsumen agar lebih teliti dalam membaca kemasan makanan beku, terutama label nutrisi yang tertera pada kemasan makanan tersebut.

Foto: copyright fda.gov

Hal yang harus benar-benar diperhatikan adalah kadar sodium. Hal ini karena jika kadar sodium terlalu banyak, dapat meningkatkan risiko darah tinggi dan penyakit kardiovaskular. Beliau juga menyarankan untuk mengurangi konsumsi makanan cepat saji ini dan menggantinya dengan makanan-makanan segar dan alami yang notabene sangat dibutuhkan anak dalam masa pertumbuhannya. Semoga bermanfaat, Bunda!

Agar Bebas Dari Gangguan Perut Kembung



Tidak ada satu orang pun yang nyaman saat perutnya terasa kembung. Kembung disebabkan terlalu banyaknya zat fermentasi di saluran pencernaan. Beberapa pemicu kembung di antaranya stres, makanan, kurangnya enzim yang mengolah sisa metabolisme dalam tubuh, serta makan yang mengandung terlalu banyak serat.

Berikut ini seperti dilansir dari mindbodygreen.com beberapa tips ampuh yang dapat mencegah perut Anda terasa kembung.

1. Makan saat lapar

Makanlah pada saat Anda benar-benar lapar. Jangan sampai Anda makan padahal tidak lapar tetapi karena gangguan emosional. Anda dapat mengganti dengan minum minuman yang menyegarkan atau ngemil makanan yang tidak terlalu berat.

2. Berikan jeda untuk pencernaan

Tunggulah paling tidak 3 jam setelah Anda makan hingga kenyang jika Anda ingin makan kembali. Hal ini akan memberikan kesempatan pada saluran pencernaan Anda untuk mencerna makanan dengan baik.

3. Jangan bicara saat makan

Ketika Anda terpaksa makan bersama dengan teman-teman Anda lainnya, pastikan bahwa rasa makanan tetap menjadi fokus utama Anda. Hindari berbicara saat Anda makan, sebaiknya kunyah dengan baik dan jika sudah menelan makanan Anda baru mulai bicara.

4. Pilih makanan

Jika Anda sedang terburu-buru untuk pergi atau berangkat kerja di pagi hari, pilihlah makanan yang mudah dicerna. Anda bisa memilih makanan seperti soup atau makanan yang lunak dan mudah untuk dilumat.

5. Makan buah

Inilah kesalahan umum yang sudah biasa dilakukan masyarakat saat mengonsumsi buah bersamaan dengan waktu makan. Yaitu memakan buah setelah menghabiskan makanan utama. Hal ini hanya akan membuat gas dan asam lambung meningkat dan menyebabkan perut Anda kembung. Yang baik adalah memakan buah sebelum Anda makan menu utama.

6. Jangan minum

Jangan minum minuman dingin selama Anda makan. Jika Anda ingin makan buah, sebaiknya jangan langsung makan buah yang baru saja Anda keluarkan dari kulkas. Tunggulah beberapa saat hingga buah tidak terlalu dingin.

7. Hindari makanan yang terlalu asin

Cara mudah untuk menerapkan tips ini adalah memasak di rumah. Biasanya makanan di restoran cenderung memiliki rasa yang tajam dan kuat. Jika Anda memasak sendiri di rumah, Anda dapat menghindari resiko perut Anda kembung setelah makan.

Menjaga Kesehatan Mata Saat Terlalu Sering Melihat Layar Komputer



Mata sebagai cermin jiwa bisa tak hanya mengungkapkan apa yang ada di dalam benak Anda, tetapi juga mampu mengungkapkan kesehatan Anda.
Terutama Anda yang kerap bekerja di depan komputer, tentunya kondisi kesehatan mata akan menurun jika tak diperhatikan. Entah itu karena berada terlalu dekat dengan layar, terkena silau, dan lain sebagainya dapat menyebabkan problem pada mata apabila dibiarkan.
Inilah beberapa perawatan mata, seperti dilansir boldsky.com untuk membantu Anda menghindari problem serta ketegangan mata.

Istirahat sejenak
Menatap layar tanpa berkedip akan menyebabkan mata menjadi kering. Salah satu tips perawatan mata adalah menghindari ketegangan mata dengan beristirahat setiap beberapa menit sekali.

Palming
Gosoklah telapak tangan Anda satu sama lain sampai terasa hangat, kemudian kompreskan telapak tangan pada mata selama 60 detik. Cara ini akan membantu mata lelah Anda lebih rileks. Ulangi dua sampai tiga kali sampai Anda merasa tenang.

Atur brightnessnya
Sesuaikan screen brightness agar nyaman untuk mata Anda sehingga Anda tidak harus memaksa mata bekerja terlalu keras.

Ikuti aturan 20-20-20
Aturan ini adalah setiap 20 menit Anda menatap komputer, berjalanlah 20 langkah selama 20 menit sehingga mata Anda tetap seimbang dan tidak kelelahan.

Lihat tanaman hijau
Setiap kali Anda melihat komputer, ketika Anda merasa lelah alihkan pandangan mata pada tanaman berwarna hijau agar mata kembali rileks.

Berkedip
Berkediplah untuk menghindari mata kering. Kedipan mata akan menghasilkan air mata yang dapat melembabkan kembali mata.

Pakai kacamata baca
Pertimbangkan pemakaian kacamata baca yang akan membantu meminimalisir problem yang disebabkan karena terlalu lama dan lelah melihat pancaran monitor komputer.
Bekerja di belakang komputer selalu melelahkan, bawa obat tetes mata atau obat pembilas mata dan gunakan di saat dibutuhkan untuk membantu meringankan problem mata Anda.

Hati-Hati, Makanan Beku Siap Saji Bisa Jadi Sarang Penyakit



Dengan alasan padatnya kesibukan dan ingin mendapat kemudahan, banyak orang tua yang membuatkan putra-putri mereka makanan yang instan. Beberapa makanan cepat saji yang menjadi favorit adalah nugget dan sosis yang dibekukan. Hal ini memang baik agar makanan lebih awet tapi tahukah Anda, Bunda, bahwa makanan beku cepat saji ternyata dapat membahayakan kesehatan sang buah hati? Untuk ulasan lebih selengkapnya, dr. Handris Yanitra dari MeetDoctor.com akan menjelaskan lebih rinci untuk Anda.

Tempat berkembang biak bakteri
Pada tahun 2012, terdapat penelitian yang menemukan bahwa makanan yang dibekukan untuk menjaganya tetap awet, dapat mempengaruhi pertumbuhan bakteri Listeria monocytogenes dan Salmonella enterica. Kedua bakteri ini adalah bakteri yang paling sering ditemukan pada daging dada ayam mentah.
Karena kedua bakteri tersebut dapat berkembang dengan pesat pada makanan, terutama daging dan produk susu, bakteri-bakteri inilah yang paling sering menimbulkan penyakit pada manusia. Tak hanya itu, kabarnya bakteri-bakteri ini bisa bertahan bahkan bertambah banyak meskipun ditempatkan dalam kulkas maupun freezer.

Bahaya bakteri Listeria monocytogenes
Jenis bakteri ini patut diwaspadai karena dapat menyerang siapapun dari berbagai usia, bahkan termasuk ibu hamil dan menyusui. Penyakit yang disebabkan bakteri ini bernama listeriosis yang memiliki gejala nyeri otot, demam, serta terkadang disertai dengan diare.
Bagi para ibu hamil, sebaiknya lebih berhati-hati dalam memilih asupan makanan karena bakteri ini bisa menyerang janin Anda. Makanan yang biasanya menjadi markas bakteri ini seperti daging atau sayuran mentah, susu dan keju yang masih mentah atau belum melalui proses pasteurisasi, atau makanan olahan yang siap saji.

Bahaya Salmonella enterica
Penyakit yang disebabkan bakteri ini disebut penyakit salmonellosis yang gejalanya meliputi diare, kram perut, dan mual-muntah. Makanan yang menjadi tempat favorit bagi bakteri ini ternyata adalah ayam dan telur.
Selain itu, menurut penelitian lain, bakteri ini merupakan bakteri yang paling sering menimbulkan penyakit dan menambah panjang daftar pasien rawat inap di rumah sakit di Amerika.
Mulai sekarang, ada baiknya lebih berhati-hati dan bijak dalam memilih makanan ya, Bunda. Jangan sampai keinginan mendapatkan kemudahan justru membuat kesehatan keluarga terkorbankan. Semoga bermanfaat dan menginspirasi!

Ingin Sehat? Makan yang Benar Tak Perlu Suplemen



Konsumsi suplemen ternyata bisa menjadi opsi kedua dalam memenuhi kebutuhan nutrisi sehari-hari. Asupan nutrisi dari pangan utuh sebaiknya tetap menjadi pilihan utama.

"Tubuh manusia sebetulnya tidak perlu asupan suplemen, baik berupa tablet atau kapsul yang banyak tersedia di masyarakat. Asal makan teratur 3 kali sehari dengan menu yang sehat, maka kecukupan nutrisi sudah diperoleh," kata dokter ahli gizi, Laila Hayati, pada Kompas Health Kamis (23/1/2013).

Kandungan nutrisi pada pangan utuh, jelas Laila, lebih baik karena jumlahnya yang sesuai kebutuhan tubuh. Jenisnya pun lebih beragam dibanding suplemen yang biasanya hanya mengandung satu atau dua macam komponen nutrisi. Sehingga dalam satu jenis pangan, seseorang bisa memperoleh berbagai kandungan nutrisi

Laila mencontohkan protein yang dibutuhkan dalam jumlah 0,8-1 gram/kgBB/hari. Bila berat badan seseorang 60 kilogram, maka protein dibutuhkan sejumlah 60 gram per hari. Kebutuhan tersebut berlaku untuk orang dengan aktivitas normal.

Kebutuhan protein tersebut  menurut Laila, bisa dipenuhi lewat asupan sehari-hari baik berbahan hewani maupun nabati. Laila menyarankan ikan, ayam tanpa kulit, dan putih telur sebagai asupan yang paling aman.

"Sebetulnya bisa saja daging merah, namun asupan ini mengandung kolesterol yang tidak baik bagi penderita hipertensi atau jantung. Asupan protein hewani sebaiknya lebih banyak dibanding nabati dengan perbandingan 2:1," tuturnya.

Terkait kandungan protein, dalam satu potong ikan seberat 100 gram terkandung 19 gram protein. Sedangkan dalam satu potong ayam tanpa kulit seberat 100 gram terdapat 24 gram protein. Sementara dalam putih telur dari satu butir telur terdapat 3,5 gram protein.

Kebutuhan tersebut juga bisa dipenuhi bila asupan diolah dengan cara yang benar. Laila menyarankan asupan tidak dimasak dengan menggunakan terlalu banyak minyak. Penggunaan minyak akan menambah kandungan lemak jahat yang tidak baik bagi pemenuhan dan keseimbangan nutrisi dalam tubuh. Jika masih ingin mengonsumsi olahan gorengan, Laila menyarankan konsumsi paling banyak satu kali dalam sehari.

"Intinya kita tidak perlu suplemen selama makan dengan benar. Apalagi bila ditambah sayur dan buah, maka tubuh tidak lagi membutuhkan suplemen," ujar Laila.




Editor :
Wardah Fajri

Makanan diet yang ternyata tidak sehat dan cenderung menggemukkan

5 Makanan diet yang ternyata tidak sehat dan cenderung menggemukkan

Pola diet yang Anda jalankan akan lebih berhasil apabila Anda juga memilih menu sehat yang dapat mendukung program diet Anda. Banyak ahli kesehatan yang menyarankan Anda untuk memperbanyak sayur dan buah untuk dikonsumsi saat Anda berdiet.

Namun apakah menu diet tersebut benar-benar dapat membuat tubuh Anda langsing dan juga sehat?

Saus salad rendah lemak
salad yang Anda konsumsi saat diet tentu akan mempunyai rasa yang lebih enak apabila Anda mengonsumsinya dengan saus. Maka Anda pun memilih saus salad rendah lemak dengan asumsi bahwa salad tersebut mempunyai sedikit kandungan kalori. Namun para peneliti di Iowa State University menjelaskan bahwa saus tersebut malah akan merusak nutrisi sayuran yang Anda konsumsi. Mereka menyarankan Anda untuk lebih baik menggunakan minyak zaitun saja agar penyerapan nutrisi sayuran tersebut lebih maksimal.

Sereal berwarna-warni
Sereal yang berwarna-warni dan mempunyai rasa yang manis banyak dipilih sebagai menu sarapan. Namun ternyata sereal tersebut mempunyai kandungan gula dan lemak tersembunyi yang mampu mengacaukan program diet Anda. Lebih baik Anda mengonsumsi bubur gandum atau oatmeal sebagai menu sarapan Anda.

Susu skim
Susu skim banyak dipilih bagi mereka yang sedang berdiet namun tetap ingin minum susu. Namun susu skim ternyata juga rendah akan nutrisi seperti vitamin A, vitamin D, vitamin E, dan vitamin K. Oleh karena itu para ahli gizi tetap menyarankan Anda untuk mengonsumsi susu biasa sebab jenis susu tersebut mampu meningkatkan metabolisme tubuh, membakar lebih banyak kalori, dan menurunkan resiko terkena penyakit jantung.

Sayuran mentah
Proses pemasakan diyakini dapat mengurangi nutrisi yang terkandung di dalam sayuran. Namun mengonsumsi beberapa jenis sayuran secara mentah juga memberikan efek yang tidak terlalu baik untuk kesehatan. Sebuah penelitian kesehatan yang dilakukan di tahun 2008 menemukan bahwa sayuran seperti wortel, bayam, jamur, asparagus, kubis, dan paprika dapat lebih banyak memasok zat anti oksidan apabila dimasak terlebih dahulu. Sebab proses pemasakan mampu menghancurkan 'dinding sel' sayuran yang tebal dan memudahkan tubuh untuk menyerap nutrisi yang dikandungnya.

Minuman diet
Minuman diet seperti soda diet ternyata juga tidak sehat dan cenderung malah dapat menggemukkan. Hal ini disebabkan karena minuman ini mengandung pemanis buatan yang akan memicu tubuh dan otak Anda untuk selalu merasa lapar dan Anda malah akan makan lebih banyak.

Memilih menu makanan untuk diet memang harus dilakukan dengan berhati-hati. Pemahaman nutrisi yang salah malah akan menghancurkan program diet Anda dan menurunkan tingkat kesehatan tubuh.

Ibu Hamil Jangan Ragu Makan Kacang Ini



Konsumsi kacang-kacangan selama masa kehamilan bukan saja bermanfaat untuk meningkatkan asupan gizi ibu hamil, melainkan juga dapat menekan risiko anak yang dilahirkan dari alergi kacang..
Menurut hasil penelitian, anak berisiko lebih rendah mengalami alergi kacang jika ibu rutin mengkonsumsi panganan kaya protein tersebut di masa kehamilan. Para peneliti menambahkan, konsumsi kacang juga tidak akan membahayakan janin dalam kandungan.

Riset ini juga bertentangan dengan anjuran kepada ibu hamil untuk menghindari kacang, terutama bila ada riwayat alergi seperti eksim atau asma. Hal ini dikarenakan kekhawatiran sang bayi akan mengalami sensitivitas terhadap kacang. Satu dari tujuh orang yang sensitif terhadap kacang pada akhirnya mengalami alergi.

Namun kini sebagian dokter menilai, kacang-kacangan bukanlah ancaman bagi para ibu hamil, terutama pada mereka yang tidak memiliki alergi kacang.

Dalam riset terbaru, para peneliti melibatkan  8.205 anak. Sebanyak 308 responden mengalami alergi makanan, dengan 140 orang di antaranya alergi terhadap kacang-kacangan. Kacang-kacangan ini antara lain almond, cashew, hazelnut, dan pistachio.

Hasil penielitian yang dimuat jurnal JAMA Pediatrics itu menunjukkan, anak yang ibunya mengkonsumsi kacang lima kali per minggu atau lebih, berisiko terendah mengalami alergi.
Menurut pimpinan riset, Lindsay Frazier dari Dana-Farber Children’s Cancer Center, Boston, Amerika, riset ini mendukung hipotesis yang menyatakan, paparan alergen pertama kali meningkatkan kecenderungan untuk toleran. Paparan ini menekan kemungkinan risiko alergi makanan saat belum dewasa.

Hal senada diungkapkan Ruchi Gupta dari  Northwestern University Feinberg School of Medicine, Chicago. Menurutnya, wanita tidak seharusnya menjalani diet ketat selama masa kehamilannya.
“Tentu saja wanita yang alergi kacang harus seterusnya menghindari kacang. Namun wanita yang tidak alergi sebaiknya jangan mengeluarkan kacang dari pola makannya. Kacang adalah sumber yang baik untuk protein dan asam folat. Konsumsi keduanya mencegah kecacatan tabung saraf dan sensitivitas terhadap kacang,” kata Gupta.

Namun ada pula peneliti yang meragukan hasil riset ini. “Hasil studi ini menarik, namun bertentangan dengan beberapa penelitian lain, yang menunjukkan tak ada efek dari konsumsi kacang selama kehamilan atau pun adanya potensi risiko dari peningkatan konsumsi kacang,” kata konsultan alergi anak di Guy’s and St Thomas’s NHS Foundation Trust, Adam Fox.

Kacang Sehat Ini Bisa Turunkan Risiko Obesitas



Studi terbaru di Amerika Serikat membuktikan sejumlah jenis kacang bisa membantu menurunkan berat badan dan punya manfaat lain bagi kesehatan, di antaranya menurunkan risiko obesitas.

Kacang-kacangan yang termasuk dalam kelompok kacang pohon ini terdiri atas almond, kacang brasil, pistachios, dan walnut.

Para peneliti menemukan bahwa responden yang banyak mengonsumsi kacang pohon, 37 dan 46 persen lebih rendah risiko obesitasnya dibandingkan mereka yang sedikit makan kacang pohon.

Tak hanya risiko obesitas yang menurun, rajin makan kacang pohon juga menurunkan faktor risiko sindrom metabolik. Dengan kata lain, peningkatan risiko serangan jantung dan diabetes juga bisa ditekan.

"Ini studi lain yang juga menunjukkan adanya keterkaitan antara makan kacang-kacangan dengan obesitas dan kecilnya kemungkinan mengalami sindrom metabolik," terang peneliti senior Joan Sabate dari Loma Linda University di California.

Studi yang dimuat di Plos One ini mendapatkan bantuan dana dari International Tree Nut Council Nutrition Research and Education Foundation (INC NREF). Studi sebelumnya oleh INC NREF juga menemukan bahwa orang yang sering makan kacang-kacangan, kecil kemungkinannya meninggal dalam periode 24 tahun.

Sabate mengatakan, kacang-kacangan punya dampak langsung terhadap kesehatan. Kacang-kacangan kaya lemak tak jenuh atau lemak baik. Protein tinggi yang terkandung pada kacang-kacangan juga membuat orang cepat merasa kenyang sehingga terhindar dari makanan tidak sehat. Kacang juga mengandung sejumlah nutrisi dan bahan kimia tanaman yang bermanfaat bagi kesehatan.

Untuk membuktikan manfaat kacang dari studi terbaru ini, peneliti menggunakan data diet dari 803 pria dan wanita dewasa.

Secara umum, mereka yang makan lebih banyak kacang pohon sebanyak 16 gram per harinya memiliki berat badan normal. Kalaupun ada kenaikan, jumlahnya tak banyak. Sementara mereka yang sedikit makan kacang atau bahkan tidak pernah makan sama sekali mengalami kelebihan berat badan serius dan obesitas.

Indeks massa tubuh (IMT) untuk orang dewasa versi US Centers for Disease Control and Prevention di antaranya IMT 18,5-24,9 menunjukkan normal; IMT 25-29,9 menunjukkan kelebihan berat badan; IMT 30 atau lebih menunjukkan obesitas.

Studi ini juga menunjukkan satu pertiga responden mengalami sindrom metabolik. Kondisi ini terkait dengan risiko penyakit jantung dan diabetes. Pengidap obesitas biasanya memiliki tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi, juga lingkar pinggang yang besar.

Dengan mengonsumsi 1 ons kacang pohon per minggunya, seseorang bisa menurunkan risiko sindrom metabolik sebesar tujuh persen.

Jeffrey Blumberg, profesor nutrisi di Tufts University Boston, meski tak terlibat dalam penelitian, mengakui semakin banyak penelitian menunjukkan manfaat mengonsumsi kacang sebagai bagian dari diet sehat.

"Ada banyak bukti penelitian yang menunjukkan kacang adalah pilihan makanan sehat asal dikonsumsi dalam jumlah yang tepat," terangnya.

Batasi Rasa Lapar dengan Mengunyah Makanan Lebih Lama


makan1JIKA Anda termasuk sering merasa lapar secara berkelanjutan, bahkan setelah menyantap makanan, mungkin dapat mencoba cara sederhana ini.

Riset yang dilakukan para peneliti dari Texas Christian University menemukan bahwa menyantap makanan secara lebih lama dapat membantu menurunkan kemungkinan rasa lapar berkelanjutan.
Tak hanya itu, bagi orang dengan berat tubuh normal, cara ini juga dapat menurunkan jumlah kalori yang dikonsumsi, demikian dilaporkan Huffington Post, Kamis (2/1).

Penemuan yang dipublikasi dalam Journal of the Academy of Nutrition and Dietetics ini meneliti 35 peserta dengan berat tubuh normal dan 35 lain dengan kelebihan berat tubuh.

Ketika diminta mengonsumsi makanan secara lebih lambat, peneliti menemukan bahwa peserta dengan berat tubuh normal mengonsumsi 88 kalori lebih sedikit dibandingkan saat makan lebih cepat.

Sedangkan, bagi peserta dengan berat tubuh berlebih, mengalami penurunan 55 kalori.
Pada akhirnya, mereka pun tidak merasa lapar dalam jangka waktu yang lebih lama sebelum mengonsumsi makanan lebih lama. Menurut peneliti, Meena Shah, Ph.D., "Ada kemungkinan bahwa subyek dengan kelebihan berat tubuh merasa lebih sadar diri sehingga makan lebih sedikit."

Para peneliti juga menyatakan bahwa mekanisme ini disebabkan karena makanan yang dikonsumsi secara lebih lambat bertahan dalam rongga mulut dalam waktu lebih lama, sehingga mengarah pada peningkatan eksposur orosensory yang dapat berhubungan dengan pemasukan makanan yang lebih kecil."

sumber :(tika/yb)

Makan Kacang Bikin Anda Awet Muda



Penelitian mengatakan bahwa mereka yang makan segenggam kacang setiap hari dikatakan memiliki hidup yang lebih lama ketimbang yang menjauhi kacang hanya karena takut jerawatan.
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal AS New England, Journal of Medicine, seperti dikutip dari ChinaDaily.com ini mengatakan, bahkan mereka yang gemar mengonsumsi kadang jauh lebih ramping. Penyebabnya, mereka tidak terlalu khawatir akan kelebihan berat badan dan bisa mengontrol makanan sehingga jarang memiliki problem kelebihan berat badan.

"Ada jumlah penurunan angka yang cukup signifikan, sebesar 11% terhadap penyakit kanker ketika seseorang mengonsumsi kacang," jelas Charles Fuchs, penulis senior dan direktur Pusat Kanker Gastrointestinal di Dana - Farber Cancer Institute.

Tidak ada jenis kacang tertentu yang diwajibkan untuk dikonsumsi. Namun, kacang tanah, atau kacang yang berasal dari pepohonan seperti walnut, hazelnut, almond, kacang Brasil, macadamia, pecan, kacang mete, pistachio dan kacang pinus bisa jadi alternatif.

Dalam studi sebelumnya, ditemukan hubungan antara peningkatan konsumsi kacang dengan rendahnya resiko penyakit seperti penyakit jantung, diabetes tipe 2, kanker usus besar, batu empedu dan lain sebagainya. Konsumsi kacang yang tinggi bahkan bia menurunkan kadar kolesterol, stres oksidatif, peradangan, serta resistensi insulin.

Mengonsumsi kadang bikin awet muda
Hasil penelitian terbaru disimpulkan lewat studi yang mengikutsertakan 79 ribu wanita dan 42 ribu pria. Peserta diminta mengisi kuesioner secara rinci makanan yang dikonsumsi setiap dua sampai empat tahun.

Dalam kuesioner itu pula, masing-masing partisipan ditanya seberapa sering mereka mengonsumsi kacang.

Setelah dianalisa hasilnya, semakin banyak orang makan kacang, maka kemungkinan untuk meninggal di usia muda karena penyakit tertentu itu lebih rendah.

Mereka yang makan kacang kurang dari sekali seminggu mengalami penurunan tujuh persen dalam kematian, seminggu sekali, pengurangan 11 persen, dua sampai empat kali per minggu, penurunan 13 persen, 5-6 kali per minggu, penurunan 15 persen, dan tujuh atau lebih kali seminggu, penurunan 20 persen dalam tingkat kematian.

Kacang sendiri memang mengandung nutrisi penting seperti lemak tak jenuh, protein berkualitas tinggi, vitamin, mineral dan zat phytochemical yang semuanya menawarkan kardioprotektif, anti kanker, anti inflamasi dan antioksidan.

Wah, berarti aman-aman saja dong makan kacang ya. Sediakan saja kacang sebagai pengganti camilan lain di rumah.

Kateterisasi untuk Serangan Jantung Yang Mendadak


 
serangan jantung, nyeri dadaKematian jantung mendadak atau sudden cardiac death  (SCD) merupakan kejadian yang tidak terduga. Selain penyebab aritmik (gangguan irama jantung), serangan jantung koroner menempati urutan pertama penyebab henti jantung mendadak (HJM), yakni sebesar 75 persen. Koroner adalah pembuluh darah yang memberikan suplai oksigen dan makanan ke jantung.

Data Riskesdas tahun 2007 menunjukkan, prevalensi nasional penderita sindroma koroner akut (SKA) adalah 2,7 persen. Di AS, dari 1,5 juta penderita, 500.000 di antaranya meninggal dunia dan 250.000 meninggal mendadak.

“Ketepatan mendiagnosa dan kecepatan penanganan merupakan kunci mengatasi SKA,” kata dr Daniel PL Tobing, MD, FIHA, FICA, FAPSC, Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah RS Harapan Kita, saat ditemui di acara "SOHO #BetterU: Hari Jantung Sedunia", Rabu (25/9) lalu di Jakarta.

Yang terjadi pada SKA adalah pembuluh darah yang semakin menyempit akibat penebalan plak. Dengan berjalannya usia, plak akan semakin tebal. Belum lagi jika ditambah penyakit lain seperti diabetes, hipertensi, serta gaya hidup tidak sehat seperti merokok. Akibatnya pembuluh darah lama-lama akan tertutup total oleh plak. Pada saat inilah terjadi serangan jantung mendadak.

Beberapa gejala yang sering muncul antara lain nyeri dada (bervariasi, namun yang tersering seperti ditekan) selama sampai 20 menit, dada serasa tertimpa beban, rasa terbakar dari tulang dada tembus ke punggung, penjalaran ke tangan kiri, sesak nafas, mual muntah, keringat dingin di seluruh tubuh, lemah dan pingsan akibat tekanan darah yang turun.

“Kalau gejalanya ringan, pasien masih bisa mencari pertolongan pertama, tapi kalau berat bisa meninggal mendadak,” kata Daniel.
Yang perlu diperhatikan, serangan bisa lebih berat pada saat seseorang sedang beraktivitas fisik atau mengalami stres emosinal. “Jadi harus aware  bahwa ini yang disebut serangan jantung,” tambah Daniel.

Jika pertolongan datang cepat, tentu kemungkinan nyawa bisa diselamatkan lebih besar. Jika belum satu jam, kemungkinan selamat 85 persen, 2 jam 60 persen, 4 jam 40 persen, dan seterusnya. Semakin cepat mendapat pertolongan, angka survivalnya akan semakin tinggi.

Untuk mengatasi sumbatan plak tadi, bisa dilakukan kateterisasi (Percutaneous Coronary Intervention atau PCI). Sumbatan pada pembuluh darah dilebarkan, balon dikembangkan, baru kemudian dipasang ring (cincin) supaya pembuluh darah semakin kuat membuka. Namun, pertolongan kateterisasi pada pasien serangan jantung memiliki golden period , yakni 12 jam. Lebih dari 12 jam, pasien bisa tidak tertolong.

Pada rumah sakit yang bisa melakukan tindakan kateterisasi langsung, angka kematian pasien lebih rendah, yakni 5,3 persen. Jika pasien hanya diberi obat penghancur sumbatan atau pengencer darah (fibrinolytic ), angka kematiannya 6,2 persen. Sementara jika kalau tidak dilakukan apa-apa, angka kematiannya 13,3 persen.

Bantal Ditinggikan Bisa Kurangi Dengkuran


tidur
Apakah Anda atau pasangan Anda tidur mendengkur? Jika iya, yuk atasi dengan cara berikut ini.
Menurut Ahli Tidur dari Amerika Serikat Dr David Volpi seperti yang dilansir Sheknows.com, mendengkur mempengaruhi lebih dari 75 juta orang Amerika, dan itu jugalah yang menjadi alasan utama mengapa pasangan di sana mengalami kesulitan tidur bersama.

"Bagi sebagian orang, jumlah peningkatan obstruksi jalan napas terjadi ketika mereka tidur di punggung mereka (terlentang). Ini dikenal sebagai posisi mendengkur," kata dr Volpi. "Banyak sekali pendengkur datang kepada saya mengeluh karena sering mendapat ‘serangan' sepanjang malam dari pasangan mereka."

Berikut tips untuk mengurangi dengkuran:
-      Obstruksi jalan napas dapat dikurangi atau dihilangkan jika Si Pendengkur tidur dalam posisi miring.
-      Buatlah bola dari T-shirt yang sudah usang dan jahitkan ke kantong belakang celana pasangan. Ini untuk menjaga agar pasangan tetap tidur dalam posisi miring dan menghindarinya dari kemungkinan mendengkur.
-      Beberapa pendengkur posisional akan mengurangi dengkurannya ketika alas kepala atau bantalnya ditinggikan. Jadi,  ketika dengkuran pasangan semakin kuat, tambah bantal di bawah kepalanya.

Apakah Benar Air Kemasan Bervitamin Sehat ?


drinkmore

Minuman yang diperkaya vitamin telah sangat populer beberapa tahun terakhir. Hal ini juga dikarenakan minat masyarakat yang terus tumbuh secara eksponensial. Dengan tampilan yang lebih cerah, minuman ini “dijual” sebagai minuman sehat yang ringan dengan gula rendah. Padahaaal, jumlah gula dan kalori di dalamnya tidak berbeda dengan minuman berkarbonasi pendahulunya.
Minuman ini boleh saja dibilang diperkaya oleh vitamin dan nutrisi lain. Namun, faktanya minuman ini masih sarat dengan gula dan zat aditif buatan lainnya. Bahkan, satu botolvitamin water mengandung 33 gram gula, yakni lebih dari yang dikandung minuman soda biasa.

Klaim Lebih Sehat
Vitamin water  atau minuman yang diperkaya vitamin yang terdiri dari air gula dan vitamin sintetis (buatan manusia). Hingga kini, seperti dilansir Fitday.com , vitamin sintetis belum terbukti memberikan manfaat kesehatan yang sama seperti yang ada di vitamin alamiah dan mineral yang kita peroleh dari makanan.
Selain itu, perusahaan yang memproduksi minuman ini menggunakan selebriti dan atlet untuk mempromosikan minumannya. Taktik pemasaran ini jelas berhasil menipu dan menyesatkan konsumen, terutama anak-anak.

U kuran  Lebih Besar
Masalah besar lain dengan minuman kemasan ini adalah ukuran botolnya yang lebih besar setengah atau satu ukuran dari pendahulunya.
Dua dari pertiga penduduk Amerika didiagnosis kelebihan berat badan atau obesitas. Salah satu penyebabnya adalah karena kelebihan kalori yang berasal dari cairan. Para ahli kesehatan percaya,  apa yang mereka minum memberikan dampak lebih besar dari pada yang dimakan. Oleh karenanya, mengurangi minuman manis yang diperkaya ataupun tidak, secara signifikan dapat mempengaruhi status kesehatan Anda dan secara dramatis mengurangi total asupan kalori.

Biaya
Air keran gratis yang diatur dan diuji secara rutin oleh Environmental Protection Agency (EPA) terbukti sehat bagi publik di Amerika Serikat. Mengingat fakta bahwa satu botol minuman bervitamin bisa lebih mahal dari harga minuman botol lainnya, tentu saja itu bisa menguras uang Anda lebih besar. Terlebih jika Anda sering mengkonsumsinya. Untuk menghindarinya, ada baiknya Anda tetap mengkonsumsi air mineral, selain bebas biaya, juga bebas gula.

Alternatif Sehat 
Jika Anda merasa mengkonsumsi air mineral sedikit membosankan, Anda bisamenambahkannya dengan jus jeruk atau irisan lemon untuk meningkatkan rasanya. Sedangkan sebagai tambahan vitamin dan mineral yang Anda butuhkan, makanlah dengan pola diet seimbang, seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan, susu rendah lemak, dan protein.

sumber : tabloidnova

Kesemutan Jangan Anggap Sepele!



Kesemutan, atau kebas, adalah “gejala” yang hampir pernah dialami oleh semua orang. Biasanya kesemutan menyerang apabila kita terlalu lama diam, atau berada dalam satu posisi tertentu, misalnya duduk sambil melipat kaki untuk waktu yang lama, atau tangan tertindih badan pada saat tidur. Kalau sudah kesemutan, biasanya lama-lama terasa kebal, atau bahkan ngilu, namun akan berangsur-angsur hilang jika kita mulai menggerak-gerakkan bagian tubuh yang kesemutan tersebut. Karena sifatnya easy-come-easy-go, maka kita cenderung menganggap kesemutan adalah hal “biasa”, padahal kesemutan justru bisa jadi pertanda adanya hal-hal yang tidak biasa. Lho kok bisa?
Rangsang listrik terhambat


Kesemutan umumnya memang mudah hilang saat bagian tubuh yang kesemutan dikibas-kibaskan atau digerakkan perlahan. Namun ada pula kesemutan yang tidak hilang sendiri. Apabila seseorang mengalami kesemutan di satu bagian tubuh, kemudian menjalar ke bagian tubuh lain di sekitarnya, dan kemudian memperburuk fungsi-fungsi tubuh lainnya, bisa jadi itu adalah manifestasi tumor di bagian depan otak. Sebuah penyakit amat serius dengan gejala awal sepele.

Pada dasarnya kesemutan merupakan suatu gejala manifestasi dari gangguan sistem saraf sensorik akibat rangsang listrik di sistem itu tidak tersalur secara penuh dengan sebab macam-macam. Yang paling sederhana, misalnya, jalan darah tertutup akibat satu bagian tubuh tertentu ditekuk terlalu lama. Pada orang sensitif, tidur miring terlalu lama saja dapat menyebabkan kesemutan. Juga duduk dengan siku ditekuk.

Sistem saraf sensorik mempunyai prosedur kerja baku . Stimulus berupa sentuhan, tekanan, rasa sakit, dan suhu panas atau dingin diterima oleh reseptor di kulit, yang lalu dikirimkan ke saraf tepi, lalu masuk ke dalam susunan saraf pusat di sumsum tulang belakang. Di sini stimulus diteruskan ke atas sampai ke thalamus (pusat penyebaran utama impuls-impuls sensoris). Dari sini stimulus dikirimkan ke kulit otak ( cerebral cortex ). Baru pada saat inilah apa yang dirasakan tadi disadari oleh si individu.

Kalau ada gangguan dalam jalur sensori baku tadi, timbullah kesemutan. Kesemutan yang tidak disertai gejala-gejala lain biasanya menandakan adanya gangguan pada reseptor di kulit atau pada cabang-cabang saraf tepi. Namun kita mesti lebih waspada jika ada gejala lain di luar kesemutan, seperti dialami Tanto. Bukan hanya kelumpuhan, kesemutan bisa juga disertai gangguan penglihatan, pendengaran, gabungan keduanya, atau lainnya. Kalau ada tumor di otak selain gejala kesemutan atau tebal tadi, ada juga sakit kepala, muntah-muntah, dan kelumpuhan kecil.

Kesemutan sebagai bagian dari gejala penyakit sebenarnya tahap paling awal dari suatu proses kehilangan rasa. Kalau tahap paraesthesia (kesemutan) sudah terlampaui, pasien meningkat pada hypaesthesia (baal) sampai akhirnya mengalami anaesthesia (hilang rasa sama sekali).

Maka bila kesemutan tak hilang hanya dengan dikibaskan, bila tadinya hanya terasa di dua jari kemudian di semua jari, lalu merambat ke tangan; bila tadinya hanya terjadi sekali-sekali namun kini hampir tiap hari, atau bila kesemutannya telah meningkat menjadi baal, itu saatnya kita pergi ke dokter.


Defisiensi vitamin

Kesemutan bisa merupakan gejala penyakit serius, tetapi bisa juga hanya akibat sampingan. Orang yang terlalu banyak berbaring atau kurang gerak, entah karena sakit, lemah, atau obesitas, bisa juga menderita kesemutan akibat bagian-bagian tertentu tubuhnya terus-menerus tertekan. Bahkan penciutan otot bisa juga terjadi. Kasus yang dinamakan neuropathy tekanan ini sering dijumpai pada pasien TBC kronik dan stroke yang lumpuh sebelah dan kurang mendapat perawatan fisioterapi. Istilah neuropati sendiri berkaitan dengan segala macam penyakit, radang atau kerusakan yang menimpa saraf tepi.

Pada pasien jantung, kesemutan tak cuma muncul akibat neuropati tekanan, namun dapat juga timbul karena komplikasi jantung dengan sarafnya. Yang terjadi misalnya, si pasien menjalani operasi pemasangan klep jantung. Saat pemasangan, ada bekuan darah menempel, yang kemudian terbawa aliran darah ke atas, sehingga terjadi embolic cerebral . Bila sumbatan di otak itu kebetulan mengenai daerah yang mengatur sistem sensorik, si penderita akan merasakan kesemutan sebelah. Bila daerah yang mengatur sistem motorik juga terkena, kesemutan juga disertai kelumpuhan.

Pada penderita stroke yang terjadi juga mirip. Bila yang terserang sistem motorik, ia lumpuh. Namun, bila yang terserang sistem sensorik, yang ia rasakan hanya kesemutan atau baal sebelah. Namanya sensoric stroke .

Bagaimana dengan anak-anak? Bila suatu kali Buyung mengeluh, "Ujung-ujung jariku seperti dirambati banyak semut, lalu belakangan 'semut-semut' itu seperti merambat ke atas," besar kemungkinan kesemutan anak ini akibat kekurangan vitamin. Biasanya ini diderita anak-anak yang agak besar. Kesemutan pada anak-anak jarang terjadi, karena jaringan sarafnya masih fleksibel dan anak-anak biasanya lebih aktif bergerak.

Sebagai efek sampingan obat, kesemutan dapat juga timbul, misalnya bila mengkonsumsi INH (obat TBC) atau furadatin (obat infeksi). Di samping itu, kesemutan juga dapat disebabkan oleh faktor imunologi. Poly neuroradiculopathy mengenai akar-akar saraf yang masuk atau meninggalkan tulang belakang dan terjadi karena ada zat-zat tertentu di dalam tubuh yang tidak dapat ditoleransi oleh tubuh.

Pada orang dewasa, kadang-kadang kesemutan itu didahului oleh flu berat. Kesemutan itu semakin menghebat, naik dari ujung jari menjalar sampai ke pusar. Gejalanya berkembang menjadi rasa tebal. Lalu penderita sukar berjalan. Ini gejala radang sumsum tulang belakang, yang terjadi karena serangan virus, biasanya cytomegalovirus .

Bila terjadi infeksi di tulang belakang, bisa dari pusar ke bawah tak dapat digerakkan. Penderita tak dapat mengontrol buang air kecil. Buang air besar pun sulit. Penyakit ini dinamakan myelitis (radang sumsum tulang belakang). Tergantung pada kerusakannya, penyakit ini dapat disembuhkan total, dapat pula cuma sembuh sebagian, tetapi ada juga yang sampai lumpuh.

Maka menghadapi pasien kesemutan, dokter selalu akan menyelidiki bagian tubuh yang mengalami kesemutan, luasnya, tempat awal kesemutan, dan perkembangan kesemutan itu sejak awal. Semua informasi ini akan menunjukkan penyebab masalah. Barangkali pada saraf tepi, pada otot, sumsum tulang belakang, atau bahkan otak.


Diabetes pun bisa

Lucunya, ada orang-orang yang memang condong gampang kesemutan. Bisa karena ia pada dasarnya sensitif. Namun bisa juga hanya karena ia terlampau kurus, sehingga sarafnya bertonjolan. Para penggemar minuman keras pun ada yang akrab dengan kesemutan, bila takaran alkohol yang merasuki tubuhnya sudah terlalu banyak. Soalnya, alkohol merusak metabolisme vitamin B. Pada saat yang bersangkutan kekurangan vitamin B1, timbullah neuropati. Tentu saja, karena vitamin ini salah satu unsur yang diperlukan untuk penghantaran rangsang listrik pada saraf. Dalam hal ini neuropati terjadi bukan karena tekanan, tetapi karena fungsi saraf terganggu.

Seorang pasien datang berkonsultasi kepada dokter. Ia mengeluh kesemutan di tangan, pada tiga ujung jari. Kesemutan itu makin lama makin keras dan digantikan rasa tebal. Saat diraba, ditemukan saraf membesar karena pembengkakan. Bagi si dokter, barangkali informasi terakhir inilah yang dianggap krusial, karena menunjukkan saraf pasien diserang oleh kuman lepra. Ia pun diberi obat-obatan untuk lepra dan baru sembuh setelah 2,5 - 3 tahun. Kesemutannya hilang sama sekali, meski pun ototnya jadi agak mengecil.

Rematik juga menimbulkan kesemutan atau rasa tebal. Untuk pegang kancing saja di pagi hari saat berpakaian rasanya tak enak. Namun, di siang hari gejala-gejala itu hilang. Gejala kesemutan karena rematik hilang sendiri bila rematiknya sembuh. Berbeda dengan neuropati diabetes yang pengobatannya membutuhkan waktu 6 bulan - 1 tahun. Karena di sini kesemutan itu tergolong concomitant disease , penyakit yang menyertai, ia harus diobati secara tersendiri.

Timbulnya neuropati pada penderita diabetes tidak tergantung pada kadar gula darah, tetapi pada lamanya si penderita mengidap diabetes. Semakin lama "jam terbang"-nya sebagai penderita diabetes, semakin tinggi kemungkinan "semut-semut" itu muncul. Jadi bisa saja seorang penderita merasakan kesemutan meskipun diabetesnya sendiri terkontrol dengan baik. Yang dirasakan biasanya telapak kaki terasa tebal, kadang-kadang panas (seperti kecabean), kesemutan di ujung jari terus-menerus. Kemudian disertai rasa nyeri yang menikam, seperti ditusuk-tusuk di ujung telapak kaki, terutama pada malam hari.

Bagi mereka yang tidak punya "bakat" khusus untuk kesemutan atau mengidap penyakit tertentu yang salah satu gejalanya kesemutan, ada kiat sederhana bila ingin terhindar dari kesemutan. Hindari posisi tubuh yang tidak enak, seperti nonton TV sambil tiduran atau menulis di lantai sambil tengkurap atau nungging. Bila duduk menulis, duduklah di kursi dengan pantat merapat ke belakang dan punggung lurus menempel pada sandaran. Dengan sendirinya, pilihlah kursi yang ergonomik.

Namun mereka yang terlalu sensitif sehingga gampang kesemutan pun dapat mengurangi kecenderungannya dengan berolah raga secara kontinyu, sambil tetap menjaga sikap tubuh yang baik, mempertahankan pola makan sehat, dan menghindari stres. Ternyata dalam hal kesemutan pun kita tidak terhindar dari resep klasik yang telah diajarkan ayah ibu dan kakek-nenek kita. Ingin jauh dari kesemutan, jauhilah penyakit dengan melakukan hal-hal yang menyehatkan. Cukup sederhana bukan?