Pages

Subscribe:

Tehnik Melahirkan tanpa Rasa Sakit bagi Ibu Hamil

BEBAS NYERI SAAT PERSALINAN

(Jika tidak mau merasakan sakit saat akan melahirkan)

Persalinan adalah event penting yang sangat ditunggu oleh setiap pasangan suami-istri. Persalinan merupakan saat yang akan sangat membahagiakan setiap keluarga. Sayang sekali proses menanti kelahiran ini akan dilalui seorang ibu dengan jam-jam penuh rasa nyeri. Sebagian besar ibu-ibu yang melahirkan, merasakan nyeri saat persalinan itu dengan intensitasnya sangat berat sehingga ibu-ibu tersebut menjadi sangat menderita.

Nyeri saat persalinan selalu timbul akibat dari kotraksi otot rahim, yakni peregangan segmen bawah rahim dan leher rahim, membukanya mulut rahim serta peregangan otot-otot serta jaringan dasar panggul yang membentuk jalan lahir. Nyeri ini, akan dirasakan sangat berat terutama oleh ibu-ibu yang baru pertama kali mengalami proses persalinan (nullipara).

Walaupun nyeri ini sebetulnya bermanfaat sebagai alarm dan dapat menjadi signal buat ibu tersebut untuk mengeden (mengajan). Tetapi bila dorongan mengeden ini muncul sebelum waktunya, dapat menimbulkan efek samping berupa pembengkakan mulut rahim yang menyebabkan proses persalinan normal menjadi terganggu, bahkan mungkin saja terjadi akhirnya persalinan harus dilaksanakan lewat tindakan operasi. Yang jelas nyeri saat persalinan, pada sebagian besar ibu-ibu, merupakan suatu penderitaan, yang tidak jarang akan dirasakan untuk waktu yang cukup lama. Selain itu nyeri juga akan menimbulkan perubahan-perubahan fisiologik seperti naiknya tekanan darah, naiknya laju denyut jantung, menyempitnya (vasokonstriksi) pembuluh darah (arterial) dengan akibat terganggunya aliran darah ke organ-organ tubuh,meningkatnya aktifitas pernafasan, kehilangan banyak air, dan kelelahan yang sangat. Juga dapat terjadi perubahan-perubahan biokimia dan metabolisme tubuh. Karena derita nyeri ini, tidak jarang sebagian ibu-ibu akhirnya memilih jalan pintas mengakhiri proses persalinan lewat tindakan pembedahan (Seksio Caesaria/ SC). Bila masalahnya hanya karena nyeri dan persalinan secara natural (lewat jalan lahir normal ) dinilai tidak ada masalah, maka nyeri yang terjadi pada proses persalinan itu dapat dihilangkan, sehingga ibu-ibu ini dengan tenang dapat melahirkan secara normal tanpa diganggu oleh rasa nyeri.

Bebas Nyeri Saat Persalinan

Ada bebera cara/pendekatan yang dapat dikerjakan untuk menghilangkan rasa nyeri yang timbul saat proses persalinan, sehingga proses persalinan yang sangat membahagiakan ini tidak perlu terganggu oleh rasa nyeri sama sekali. (Mau tahu ?).

1. Tehnik Epidural (ELA)

Salah satu cara yang sangat efektif adalah dengan teknik bebas nyeri secara epidural. Dengan menggunakan larutan obat anestetik lokal atau opioid dengan konsentrasi tertentu yang dimasukkan lewat kateter halus di tulang belakang , ibu tersebut (Insya Allah) akan tidak mengalami rasa nyeri lagi dan juga tidak akan mengalami perubahan hemodinamik dan gangguan fungsi motorik. Kemajuan ilmu dan teknologi kedokteran memungkinkan cara ini dapat dikerjakan tanpa dirasakan nyeri oleh ibu yang sedang dalam proses persalinan, dan cara ini dapat dikerjakan sejak awal karena tidak akan mengganggu perjalanan persalinan kala I. Selama program bebas nyeri dengan cara ini, ibu-ibu tersebut tidak akan mengalami gangguan fungsi motorik, artinya tenaga gerak tungkai dan kekuatan mengeden tidak akan terganggu.

Penelitian sudah membuktikan bahwa tindakan bebas nyeri saat persalinan secara epidural tidak mempunyai efek yang mengakibatkan persalinan akhirnya harus dilaksanakan secara operasi Seksio Caesaria. Sama sekali tidak seperti itu. Kalaupun akhirnya persalinan harus dilakukan dengan tindakan operasi Seksio Caesaria, mungkin sekali disebabkan oleh suatu masalah, yaitu memang sejak awal ada suatu kelainan yang tidak memungkinkan terjadinya persalinan secara normal yang mengakibatkan timbulnya rasa nyeri secara berlebihan (distosia).

2. Tehnik Spinal (ILA, Intra Techal Labour Analgesia)

Tehnik ini prinsipnya sama, hanya penangan nyerinya hanya terbatas hingga bayi lahir. Karena tidak ada insersi kateter (selang) ke tulang belakang sehingga obat hanya diberikan one shot dengan durasi 2-4 jam saja.